HUBUNGAN POLA MAKAN DAN POLA AKTIVITAS FISIS DENGAN OBESITAS PADA ANAK

Suzy Irawati Sjahid, Dida A. Gurnida, Nia Kurnia

Abstrak


Perubahan gaya hidup yang juga berpengaruh terhadap perubahan pola
konsumsi pangan dan pola aktivitas fisis menyebabkan prevalensi obesitas pada
anak di Indonesia cenderung meningkat. Tujuan penelitian ini adalah untuk
menyelidiki hubungan antara pola makan dan pola aktivitas fisis dengan
terjadinya obesitas primer pada anak. Penelitian dilakukan pada 122 anak berusia
4-12 tahun di Kota Bandung antara bulan Mei dan Juli 2000. Status obesitas
ditentukan berdasarkan klasifikasi indeks massa tubuh (IMT) dan berat badan
terhadap tinggi badan (BBTB). Kepada 122 subjek ini dilakukan wawancara pola
makan menurut pola kebiasaan (PK) dan rekaman diet 24 jam (RD) yang meliputi
ambilan kalori, makronutrien, dan mikronutrien yang dinyatakan dalam persen
terhadap angka Kecukupan Gizi yang dianjurkan (KGA) untuk anak, juga
wawancara skor aktivitas fisis (SAF) dan rekaman aktivitas fisis harian yang
dinyatakn dalam keluaran energi (KE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa
jumlah anak obes adalah sebanyak 81 orang dan non obes 41 orang berdasarkan
klasifikasi IMT, sedangkan berdasarkan BB-TB didapatkan anak obes sebanyak 47
orang dan non obes 75 orang. Ambilan kalori anak obes lebih besar dari anak non
obes dengan perbedaan sangat bermakna berdasarkan RD baik pada
pengklasifikasian status obesitas menurut IMT (p=0,0,026) dan BB-TB
(p=0,0001). Ambilan makronutrien berdasarkan wawancara PK/RD antara anak
non obes dan obes menurut IMT/BB-TB tidak menunjukkan perbedaan bermakna,
baik dalam ambilan karbohidrat, lemak, maupun protein (p.0,05). Hasil ANOVA
menunjukkan bahwa berdasarkan PK dan derajat obesitas IMT, lemak merupakan
makronutrien yang paling berperan (F=3,392; p=0,006) tetapi berdasarkan BBTB,
kalori lebih berperan (F=2,557; p=0,042). Berdasarkan RD pada status
obesitas IMT maupun BB-TB, ambilan karbohidrat yang paling erat hubungannya
dengan derajat obesitas (F=7,909; p=0,007 dan F=6,928; p=0.010). Ambilan
mikronutrien tidak menunjukkan perbedaan bermakna antara anak non obes dan
obes (p>0,05), kecuali untuk masukan kalsium berdasarkan PK dan status
obesitas berdasarkan BB-TB (p=0,043). Hasil uji t terhadap aktivitas fisis
menunjukkan bahwa anak non obes memiliki SAF lebih tinggi daripada anak obes
(p=0,000), dan dengan korelasi Pearson, SAF berkorelasi negatif negatif secara
bermakna dengan IMT (r=-0,615; p=0,000). Sementara itu selisih ambil kalori
(PK/RD) dan keluaran energi (KE) anak non obes lebih besar daripada anak obes
pada klasifikasi status obesitas menurut IMT [p=0,001 (PK) dan p=0.0068 (RD)].
Pola makan dengan ambilan kalori berlebih dan aktivitas fisis rendah
berhubungan dengan terjadinya obesitas pada anak, sedangkan derajat obesitas
lebih dipengaruhi oleh ambilan nutrien lemak dan karbohidrat.
Kata kunci: Pola makan, pola Aktivitas, obesitas pada anak.


Teks Lengkap:

PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Copyright (c) 2017 Bionatura

 `