PERBANDINGAN METODE ANALISIS KADAR SELENIUM TOTAL DALAM SAMPEL SAYURAN : REVIEW JURNAL

DETI DEWANTISARI, Nyi Mekar Saptarini

Abstract


ABSTRAK

Kemampuan beberapa tanaman untuk mengakumulasi dan mengubah bentuk anorganik selenium  menjadi senyawa organik bioaktif memiliki implikasi penting bagi gizi dan kesehatan manusia. Bawang putih dan bawang merah termasuk sayuran yang kaya dengan senyawa selenium. Perlakuan pengayaan selenium biasanya mengalami perubahan metabolisme tertentu yang menentukan produk akhir serta translokasi dan akumulasi dalam jaringan tanaman yang berbeda. Tujuan literature review ini adalah untuk membandingkan metode-metode analisis yang dapat digunakan dalam menganalisis kadar selenium total dalam sampel sayuran sehingga didapatkan metode yang paling baik yang diperoleh dari beberapa parameter kritis pengujian. Beberapa metode penentuan kadar selenium dalam tumbuhan telah dikembangkan mencakup spektrometri emisi plasma-optik induktif, kromatografi cair, kromatografi gas, dan fluoresensi atomik. Metode spektrometri emisi plasma-optik induktif rentan akan gangguan unsur besi (Fe) pada sampel. Metode Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) memungkinkan pemisahan pada material kolom pada tekanan tinggi hingga 108 Pa menggunakan diameter partikel 1,7 µm, yang dapat meningkatkan efisiensi, resolusi dan kecepatan pemisahan. Metode kromatografi gas dapat menganalisis selenium yang bersifat volatil. Metode fluoresens atomik yang didasarkan pada resonansi fluoresens memiliki batas deteksi hingga satuan ppb. Pemilihan metode pada akhirnya disesuaikan dengan jenis dan kadar selenium yang terkandung dalam sampel.

Kata Kunci : Fluoresens Atomik, Kromatografi, Sayuran, Selenium

ABSTRACT

The ability of some plants to accumulate and convert the inorganic form of selenium into bioactive organic compounds has important implications for human nutrition and health. Garlic and onions are vegetables which rich in selenium compounds. Selenium enrichment treatment usually undergoes certain metabolic changes that determine the final product as well as translocation and accumulation in different plant tissues. The purpose of this review literature is to compare the methods used in analyzing total selenium content in vegetable samples and to obtain the best method. Several methods of determining selenium levels in plants have been developed including inductive plasma-optic emission spectrometry, liquid chromatography, gas chromatography, and atomic fluorescence. The inductive plasma-optical emission spectrometry method is susceptible to iron (Fe) distruption in the sample. The High Performance Liquid Chromatography Method (HPLC) allows separation of column material at high pressures up to 108 Pa using a particle diameter of 1.7 μm, which can improve the efficiency, resolution and speed of separation. The gas chromatography method can analyze the volatile selenium. The atomic fluorescence method based on the fluorescence resonance has a limit ppb unit of. The chosen method is ultimately depend on the type and level of selenium contained in the sample.

Keywords: Atomic Fluorescence, Chromatography, Vegetables, Selenium


 




DOI: https://doi.org/10.24198/jf.v16i2.17566

DOI (PDF (Bahasa Indonesia)): https://doi.org/10.24198/jf.v16i2.17566.g8775

Article metrics

Abstract views : 0 | views : 0

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 DETI DEWANTISARI, Nyi Mekar Saptarini