AKTIVITAS FARMAKOLOGI EKSTRAK DAUN KATUK (Sauropus androgynus (L.) Merr)

TIARA SALSABILA MAJID, muchtaridi muchtaridi

Abstract


ABSTRAK

Katuk atau  Sauropus androgynus merupakan tanaman yang mudah tumbuh di Indonesia. Katuk biasanya digunakan  daunnya untuk memperbanyak produksi ASI oleh masyarakat Indonesia. Katuk atau  Sauropus androgynus mermiliki banyak kandungan kimia yang memiliki efek farmakologis. Tujuan pembuatan review ini adalah  untuk mengulas mengenai efek farmakologi yang yang dapat dihasilkan oleh katuk. Efek farmakologi daun katuk yang telah diteliti meliputi antibakteri, antianemia, antiinflamasi dan dapat meningkatkan produksi ASI.

Kata kunci : Katuk, efek farmakologi

ABSTRACT

Katuk (Sauropus androgynus) is a plant that is easy to grow in Indonesia. Katuk usually used leaves to increase milk production by the people of Indonesia. Katuk or Sauropus androgynus have many chemicals that have pharmacological effects. The purpose of this review is to review the pharmacological effects that can be produced by katuk. Pharmacological effects of katuk leaf that have been studied include antibacterial, antianemia, antiinflamasi and can increase milk production.

Keywords: katuk, pharmacological activity


References


DAFTAR PUSTAKA

Akbar, M et al. 2013. Cholesterol, glucose and blood cells count of rabbit doe fed katuk (Sauropus androgynus L. Merr) leaf meal as supplementation. Animal Production, 15(3):166-172.

Ariharan,V.N et al. 2013. Antibacterial Activity of Sauropus and Rogynous Leaf Extracts Against Some Pathogenic Bacteria. Rasayan J.Chem. Vol.6 No.2:134-137

Arista, M. 2013. Aktivitas antioksidan ekstrak etanol 80% dan 96% daun katuk (Sauropus androgynus (L.) Merr.). Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya, 2(2):1-16.

Desnita,R et al. 2018. Antiinflammatory Activity Patch Ethanol Extract of Leaf Katuk (Sauropus Androgynus L. Merr).Jurnal Ilmu Kefarmasian Indonesia Vol.16 No.1:1-5

Hardjati,S. 2008. Potensi Daun Katuk Sebagai Sumber Zat Pewarna Alami dan Stabilitasnya Selama Pengeringan Bubuk dengan Menggunakan Binder Maltodekstrin. Jurnal Penelitian Saintek, Vol. 13, No. 1:1-18.

Hayati,A et al. 2016. Local Knowledge of Katuk (Sauropus androgynus ( L. ) Merr) in East Java, Indonesia. IJCPR Vol.7(4):210-215.

K,Gayathramma et al. 2012. Chemical Constituents And Antimicrobial Activities Of Certain Plant Parts of Sauropus androgynus L. International Journal of Pharma and Bio Sciences Vol. 3(2):561-566.

Kursia et al. 2016. Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etilasetat Daun Sirih Hijau (Piper betle L.) terhadap Bakteri Staphylococcus epidermidis. IJPST Vol.3 No.2:72-77.

Kusumanegara et al.2017. The difference of inhibitory zone between katuk (Sauropus androgynous L. merr.) leaf infusion and roselle (Hibiscus sabdariffa L.) petals towards oral Candida albicans. Padjadjaran Journal of Dentistry 2017;29(2):118-122.

Mulyani, Yuli Wahyu Tri et al. 2017. EKSTRAK DAUN KATUK (Sauropus androgynus (L) Merr) SEBAGAI ANTIBAKTERI TERHADAP Propionibacterium acnes dan Staphylococcus epidermidis. Jurnal Farmasi Lampung Vol.6.No2:46-54.

Nurjanah, S et al. 2017. Pengaruh Konsumsi Ekstrak Daun Sauropus androgynus (L) Meer (Katu) Dengan Peningkatan Hormon Prolaktin Ibu Menyusui Dan Perkembangan Bayi Di Kelurahan Wonokromo Surabaya. JIK, Vol. 10, No. 1, hal 24-35.

Paul, Mariya and Anto, K. Beena. 2011. Antibacterial activity of Sauropus androgynus (L.) Merr.. Internat. J. Plant Sci., 6 (1): 189192.

Rahmanisa,S dan Tara. 2016. Efektivitas Ekstraksi Alkaloid dan Sterol Daun Katuk (Sauropus androgynus) terhadap Produksi ASI. Majority Vol.5No.1:117-121

Sa’roni et al. 2004. Effectiveness of The Sauropus androgynus (L.) Merr Leaf Estract in Increasing Mother’s Breast Milk Production.Media Litbang Kesehatan Vol 14 No 3:20-24.

Sampurno. 2007. Obat herbal dalam perspektif medik dan bisnis. J Traditional Med ;12(42):1828.

Sánchez, A Fernández et al. 2011. Inflammation, oxidative stress, and obesity. International Journal of Molecular Sciences, 12(5):31173132.

Selvi,S dan Bashkar. 2012. Anti-inflammatory and analgesic activities of the Sauropus androgynus(L)Merr. (Euphorbiaceae) Plant in experimental animal models. Der Pharmacia Lettre 4(3):782-785.

Setiawandari dan Istiqomah. 2017. Efektifitas Ekstrak Sauropus Androgynus (Daun Katuk) dan Ekstrak Moringa Oleifera Lamk (Daun Kelor) Terhadap Proses Persalinan, Produksi Kolostrumdan Proses Involusi Uteri Ibu Postpartum. Embrio Jurnal Kebidanan Vol 9 No1:16-23.

Suparmi et al. 2016. Anti-anemia Effect of Chlorophyll from Katuk (Sauropus androgynus) Leaves on Female Mice Induced Sodium Nitrite.Pharmacognosy journal Vol 8(4):375-379.

Suwanti,E dan Kuswati. 2016. Pengaruh Konsumsi Ekstrak Daun Katuk Terhadap Kecukupan Asi Pada Ibu Menyusui Di Klaten. Jurnal Terpadu Ilmu Kesehatan, Volume 5, No 2,halaman 110-237.

Winarsih, et al. 2015. Efek Antibakteri Ekstrak Daun Katuk (Sauropus androgynus) terhadap Pertumbuhan Salmonella Typhi secara In Vitro. Mutiara medika. Vol. 15 No. 2:96-103.

Wiradimadja,R. 2006. Peningkatan Kadar Vitamin A pada Telur Ayam melalui Penggunaan Daun Katuk (Sauropus androgynus L.Merr) dalam ransum. Jurnal Ilmu Ternak Vol.6 No.1

Zukhri,S et al. 2018. Uji Sifat Fisik dan Antibakteri Salep Ekstrak Daun Katuk (sauropus androgynus (l) merr.). JIK Vol XI, No 1.




DOI: https://doi.org/10.24198/jf.v16i2.17567

DOI (PDF (Bahasa Indonesia)): https://doi.org/10.24198/jf.v16i2.17567.g8776

Article metrics

Abstract views : 0 | views : 0

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 TIARA SALSABILA MAJID, muchtaridi muchtaridi