Metode Deteksi Kandungan Babi dan Alkohol dalam Eksipien Farmasi dan Produk Obat untuk Menjamin Kehalalan Sediaan Obat

PATIHUL HUSNI, Norisca Aliza Putriana, Imam Adi Wicaksono

Abstrak


Bagi seorang muslim, status halal suatu produk obat dan eksipien yang digunakan adalah hal mutlak harus dipenuhi. Produk obat halal tersebut harus bebas dari kandungan babi dan alkohol baik dari bahan dasarnya maupun proses pembuatannya. Pentingnya metode untuk mendeteksi kandungan babi dan alkohol untuk memastikan suatu produk obat bebas dari kandungan babi dan alkohol menjadi latar belakang review artikel ini. Metode review artikel ini adalah mengumpulkan literatur yang berkaitan dengan metode deteksi kandungan babi dan alkohol/etanol dan membuat ringkasan dari literatur-literatur tersebut. Hasil review menunjukkan bahwa metode deteksi yang dapat digunakan yaitu metode analisis PDK (Pork Detection Kit) untuk mendeteksi protein babi, metode PCR (Polymerase Chain Reaction) untuk mendeteksi DNA babi dan metode GC (Gas Chromatography) atau HPLC (High Performance Liquid Chromatography) untuk mendeteksi residu alkohol/etanol.

Kata Kunci: Halal, Babi, Alkohol, Eksipien Farmasi, Produk Obat

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


“Obat-obatan banyak tidak halal”. http://poskotanews.com/2013/05/23/obat-obatan-banyak-tidak-halal/ [diakses tanggal 2 Juli 2017]

Asmak, A., Fatimah, S., Huzaimah, I., Khuriah, A.H., and Khadijah, A.M.S. 2015. Is Our Medicine Lawful (Halal)?. Middle-East Journal of Scientific Research 23 (3): 367-373

“Hukum Alkohol”. http://www.halalmui.org/mui14/index.php/main/detil_page/48/2242 [diakses tanggal 2 Juli 2017]

Mursyidi, A. 2013. The Role of Chemical Analysis in the Halal Authentication of Food and Pharmaceutical Products. J. Food Pharm. Sci. 1: 1-4

Keputusan Fatwa Musyawarah Nasional VI Majelis Ulama Indonesia Nomor: 2/MUNAS VI/MUI/2000 Tentang Penggunaan Organ Tubuh, Ari-ari, Air Seni Manusia Bagi Kepentingan Obat-obatan dan Kosmetika. 266-269

Putriana, N.A. 2016. Apakah Obat yang Kita Konsumsi Saat Ini Sudah Halal?. Majalah Farmasetika. Vol. 1 No. 4: 12-14

Surat Keputusan Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia Nomor: SK49/Dir/LPPOM MUI/XII/14 Tentang Kebijakan Analisa Laboratorium. 1-4

Pusat Pengujian Obat dan Makanan Nasional Badan POM. 2017. Teknologi Deteksi Berbasis DNA Spesifik Spesies Dalam Autentikasi Produk Halal. INFOPOM. Vol 18 Nomor 1: 3-4

“Dokumen Kehalalan Bahan”. https://www.google.co.id/?gws_rd=cr,ssl&ei=hxVZWauyIYrUvATRsJH4Bw#q=standar+dokumen+halal+MUI [diakses tanggal 28 Juni 2017]

“Brosur Pork Detection Kit (Porcine Test E Catalogue)”. https://e-katalog.lkpp.go.id/backend/produk/download_lampiran/104274 [diakses tanggal 29 Juni 2017]

Zulfahmi. 2015. Deteksi Kontaminan Babi Pada Produk Makanan Menggunakan Teknologi DNA Molekuler. Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan. Vol. 18 Nomor 1: 1-6

Vivikananda, E. 2014. Deteksi DNA Babi dan DNA Sapi Dengan Menggunakan Metode Insulated Isothermal Polymerase Chain Reaction (ii-PCR). Skripsi Program Studi Farmasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 4-20

Najiha, A.A., Tajul, A.Y., Norziah, M.H., and Nadiah, W.A.W. 2010. A Preliminary Study on Halal Limits for Ethanol Content in Food Products. Middle-East Journal of Scientific Research 6 (1): 45-50


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.




Copyright © 2016 Majalah Farmasetika.

free
hit counter
 
View My Stats
Universitas Padjadjaran. Back to Top