KARAKTERISTIK DAN LINGKUNGAN PENGENDAPAN BATUBARA FORMASI PURUKCAHU BERDASARKAN ANALISIS PETROGRAFI, DI DAERAH MURUNG RAYA, KALIMANTAN TENGAH

Fadli Abdul Rahim,Ildrem Sjafri, Reza Mohammad Ganjar Gani,Nana Suwarna

Abstrak


Formasi Purukcahu di daerah Murung Raya, Kalimantan Tengah termasuk ke dalam Cekungan Barito.
Formasi Purukcahu berumur Oligosen-Miosen Awal dan tersusun atas batulempung, batulanau dan
lapisan batubara, serta batupasir. Sampel batubara yang diambil dari singkapan lapisan batubara dianalisis
secara makroskopis untuk mengetahui jenis litotipe dan secara mikroskopis untuk mendeterminasi
komposisi kandungan maseral dan bahan mineral, serta reflektansi vitrinit. Hasil analisis ini selanjutnya
digunakan untuk menafsirkan fasies dan lingkungan pengendapan lapisan batubara. Lapisan batubara di
daerah ini didominasi oleh litotipe Dull Banded (DB) - Banded (BD) dan sangat jarang Bright-Banded
(BB) dan Bright (B) dengan ketebalan antara 50-200 cm. Secara petrografis, batubara ini tersusun oleh
kelompok maseral vitrinit (82,6% - 96,4%), liptinit (0,4% - 5%), dan inertinit (0% - 12,6%), serta bahan
mineral (0,6% - 6,6%) . Nilai reflektansi vitrinit rata-rata berkisar antara 0,38% - 0,52%. Diagram segitiga
fasies TFD, menunjukkan bahwa batubara ini terendapkan dalam fasies limnik sampai limnotelmatik.
Sementara itu, berdasarkan diagram GI (Gelification index) versus TPI (Tissue Preservation Index),
batubara tersebut diendapkan pada lingkungan marsh hingga fen pada lower delta plain. Berdarkan
diagram fasies GWI (Groundwater Index) versus VI (Vegetation Index), batubara ini terendapkan pada
fasies limnik pada kondisi hidrologi mesotrofik dengan vegetasi utama pembentuk batubara dari jenis
tetumbuhan tingkat rendah (herbaceous) dan sedikit tetumbuhan berpohon tinggi.
Kata Kunci: batubara, lingkungan pengendapan, litotipe, maseral.


Teks Lengkap:

PDF

Article metrics

Abstract views : 0 | views : 0

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.