Aktivitas IL-18, IL-4, dan IFN- pada Kultur Limfosit yang Distimulus oleh Staphylococcal enterotoxin B (SEB) sebagai Petanda Eksaserbasi Tingkat Seluler pada Penderita Dermatitis Atopik

Oki Suwarsa

Abstract


Staphylococcus aureus (S.aureus) has an important role in the pathogenesis of atopic dermatitis (AD). These role of S. aureus are related to various proteins such as staphylococcal enterotoxin B (SEB), a potent toxin. Interleukin (IL) -18  is an important regulator for interferon (IFN)g ,a cytokine produced by Th-1, and IL-4 produced by Th-2.  Further studies are still needed to discover the mechanism of SEB in AD, particularly IL-18 level, and its activities towards IL-4 and IFN-g  secretions, in regards of therapeutic strategy. The aim of this study is to analyze the activities of IL-18, IL-4, and IFN-g in the lymphocyte culture from AD patients, stimulated  with  SEB and the association between increased IL-18 level with increased  IL-4 and IFNg level. Twenty AD patients (7 male and 13 female) and twenty healthy subjects (9 male, and 11 female) were involved in this study. Study was done in Dr. Hasan Sadikin General Hospital, Bandung, proceeded by experimental invitro test on the lymphocyte culture stimulated with SEB at Laboratorium Penelitian dan Pengujian Terpadu Universitas Gadjah Mada. The study was performed from 4January until 31March 2010.  Lymphocytes from the peripheral blood of the study group and control group were isolated and cultured, then 3 methods were performed towards the cultured lytmphocyte, i.e., no exposure, exposed to PHA, and exposed to SEB. After being incubated for 72 hour, then IL-18, IL-4, and  IFN-g  levels from the supernatant of the lymphocyte culture were evaluated with ELISA method.

Mean IL-18 level in the lymphocyte culture of AD group, with no exposure, exposed to PHA, and exposed to SEB were 54,62 pg/ml, 70,09 pg/ml, and 99,38 pg/ml, respectively, whereas,  in the control group were 33,36 pg/ml, 39,03 pg/ml, dan 54,19 pg/ml, respectively. Mean IL-4 level in the study group were 0,32 pg/ml, 1,19 pg/ml, dan 2,43 pg/ml, and in the control group were  0,32 pg/ml, 0,78 pg/ml, and 3,02 pg/ml, respectively. Mean IFN-g level in the AD group were 12,75 pg/ml, 351,59 pg/ml, and 1293,17 pg/ml, while in the control group were  19,76 pg/ml, 562,81 pg/ml, and 1419,28 pg/ml, respectively.  IL-18, IL-4, and IFN-g  level in the AD group increased after being stimulated with SEB,  (p<0,05), whereas in the control group increase only occured to IL-4, and IFN-g (p<0,05). There were correlation between increased IL-18 level with increased IL-4 level (p<0,05), however the increased of IL-18 level were not related to increased IFN-g level (p>0,05). The increased  IL-18 level contributed more to the increased of IL-4 level than IFN-g  level  (p<0,05).

The result of this study, is only IL-18 level increased in any methods performed, compared to control group (p<0,05). This finding leads to the conclusion that IL-18 level is the marker of AD exacerbation in the cellular level of the AD lymphocyte culture stimulated with SEB.

****

Staphylococcus aureus (S.aureus) berperan penting pada patogenesis dermatitis atopik (DA). Peran tersebut berhubungan dengan dihasilkannya berbagai protein antara lain toksin poten oleh S. aureus, yaitu staphyloccoccal enterotoxin B (SEB).  Interleukin-18 (IL-18) merupakan regulator penting dari produksi sitokin Th-1 yaitu Interferon-g (IFN-g) dan Th-2 yaitu IL-4. Penelitian untuk mengetahui mekanisme SEB pada DA, khususnya kadar IL-18, dan pengaruh aktivitas IL-18 terhadap sekresi IL-4 dan IFN-g, untuk strategi pengobatan perlu dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis aktivitas IL-18, IL-4, dan IFN-g pada kultur limfosit yang distimulus oleh SEB pada penderita DA, serta pengaruh kenaikan kadar IL-18 terhadap kenaikan kadar IL-4 dan IFN-g.

Penelitian ini dilakukan  pada 20 orang penderita DA (7 laki-laki dan 13 wanita) dan 20 orang sehat (9 laki-laki, dan 11 wanita) di RSUP. Dr. Hasan Sadikin Bandung, merupakan penelitian eksperimental secara invitro pada kultur limfosit yang distimulus oleh SEB di Laboratorium Penelitian dan Pengujian Terpadu Universitas Gadjah Mada. Dilakukan isolasi limfosit dari darah perifer kelompok DA dan kontrol, dilanjutkan dengan kultur limfosit, kemudian dilakukan 3 perlakuan yaitu tanpa paparan, dipapar dengan phytohemagglutinin (PHA), dan dipapar dengan SEB. Setelah dieramkan selama 72 jam, kemudian diperiksa kadar IL-18, IL-4, dan IFN-g  dari supernatan kultur limfosit dengan metode ELISA.

Kadar IL-18  rata-rata pada kultur limfosit tanpa paparan, paparan PHA, dan paparan SEB kelompok DA  berturut-turut  adalah 54,62 pg/ml, 70,09 pg/ml, dan 99,38 pg/ml.   Sedangkan pada kelompok kontrol berturut-turut adalah   33,36 pg/ml, 39,03 pg/ml, dan 54,19 pg/ml. Kadar IL-4 rata-rata kelompok DA berturut-turut adalah 0,32 pg/ml, 1,19 pg/ml, dan 2,43 pg/ml, dan pada kelompok kontrol berturut-turut adalah   0,32 pg/ml, 0,78 pg/ml, dan 3,02 pg/ml. Kadar  IFN-g rata-rata kelompok DA  berturut-turut adalah  12,75 pg/ml, 351,59 pg/ml, dan 1293,17 pg/ml, dan pada kelompok kontrol berturut-turut adalah   19,76 pg/ml, 562,81 pg/ml, dan 1419,28 pg/ml.  Pada kelompok DA, kadar IL-18, IL-4, dan IFN-g setelah dipapar SEB, meningkat dibanding dengan sebelum dipapar (p<0,05), sedangkan pada kelompok kontrol hanya kadar IL-4, dan IFN-g yang meningkat (p<0,05). Kenaikan kadar IL-18 berpengaruh terhadap kenaikan kadar IL-4 (p<0,05), tetapi tidak berpengaruh terhadap kenaikan kadar IFN-g  (p>0,05). Kenaikan kadar IL-18 lebih berpengaruh  pada kenaikan kadar IL-4 dibandingkan dengan IFN-g (p<0,05).

Pada penelitian ini hanya kadar IL-18 kelompok DA yang meningkat lebih tinggi pada semua perlakuan, dibandingkan dengan kelompok kontrol (p<0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa IL-18 merupakan petanda adanya eksaserbasi tingkat seluler pada kultur limfosit DA yang distimulus oleh SEB.





DOI: https://doi.org/10.24198/ijas.v1i3.1887

Article metrics

Abstract views : 0

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Indonesian Journal of Applied Sciences Indexed by:

       



Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 


Indonesian Journal of Applied Sciences dikelola oleh :

Sekolah Pascasarjana, Universitas Padjadjaran
Jl. Dipati Ukur no 35 Bandung , Indonesia 45363
Telepon: +62222504970 Faksimile: +62222504970
email: jurnal.ijas@unpad.ac.id or publikasi.pps@gmail.com


Peta lokasi :