Studi Penggunaan Antibiotik Berdasarkan ATC/DDD dan DU 90% di Bagian Bedah Digestif di Salah Satu Rumah Sakit di Bandung

Febrina Mahmudah, Sri A. Sumiwi, Sri Hartini

Abstract


 

 tidak tepat dapat menimbulkan berbagai masalah, di antaranya pengobatan akan lebih mahal, efek samping lebih toksik, meluasnya resistensi dan timbulnya kejadian superinfeksi yang sulit diobati. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola penggunaan antibiotik pada pasien bedah digestif di salah satu rumah sakit di Bandung. Data penggunaan antibiotik diperoleh dari Instalasi Rekam Medis pada Juli–Desember 2013. Data diperoleh dengan metode ATC/DDD dan DU 90%. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan studi retrospektif yang diambil dari catatan medik untuk menilai kuantitas dan kualitas penggunaan antibiotik. Sampel diambil dengan cara simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 208 catatan medik didapatkan total penggunaan antibiotik 17,9 DDD/100 hari rawat dan antibiotik yang masuk dalam DU 90% yaitu seftriakson (8,77 DDD/100 hari rawat), metronidazol (4,61 DDD/100 hari rawat), sefiksim (1,09 DDD/100 hari rawat), sefepim (0,85 DDD/100 hari rawat), siprofloksasin (0,73 DDD/100 hari rawat), dan meropenem (0,42 DDD/100 hari rawat). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara kuantitas penggunaan antibiotik yang paling banyak adalah seftriakson sebesar 8,77 DDD/100 hari rawat dan antibiotik yang masuk dalam segmen 90% yaitu seftriakson, metronidazol, sefiksim, sefepim, siprofloksasin, dan meropenem.

Kata kunci: ATC, DDD, kuantitas, studi penggunaan antibiotik

Study of the Use of Antibiotics with ATC/DDD System and DU 90% in Digestive Surgery in Hospital in Bandung

Abstract

Antibiotics are the most widely prescribed medicines in the hospital. Improper use of antibiotics can cause various problems, such as treatment will be more expensive, more toxic side effects, and the emergence of widespread resistance superinfection events that are difficult to treat. The objective of this study was to determine quantity and pattern of antibiotic usage in hospitalized patients at one hospital in Bandung. Sample were taken by simple random sampling method. The quantity of antibiotics usage was assessed by counting the Defined Daily Dose (DDD)/100 patient days and DU 90%. Based on 208 patient medical records, it was found that total antibiotic usage was 17.9 DDD/100 patient days and antibiotics were included in the DU 90% is ceftriaxone (8.77 DDD/100 patient days), metronidazole (4.61 DDD/100 patient days), cefixime (1.09 DDD/100 patient days), cefepime (0.85 DDD/100 patient days), ciprofloxacin (0.73 DDD/100 patient days) and meropenem (0.42 DDD/100 patient days. The results showed that the use of antibiotics in quantity at most is ceftriaxone for 8.77 DDD / 100 days of hospitalization and antibiotics included in segment 90% were ceftriaxone, metronidazole, cefixime, cefepime, ciprofloxacin, and meropenem.

Keywords: ATC, DDD, quantity, study of the use of antibiotics


Keywords


ATC, DDD, kuantitas, studi penggunaan antibiotik

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


This Journal indexed on:

 

Creative Commons License
Indonesian Journal of Clinical Pharmacy by Universitas Padjadjaran is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License. Based on a work at http://jurnal.unpad.ac.id/ijcp/

 


View My Stats