Formulasi dan Evaluasi Mikroemulsi Antikerut Ekstrak Beras Hitam (Oryza sativa L.)

Ardian Baitariza, Sasanti Tarini Darijanto, Jessie Sofia Pamudjie, Irda Fidrianny, Shelvi E. Suherman

Abstrak


Radikal bebas dalam tubuh dapat memicu terjadinya kerut. Salah satu upaya mengatasi kerut adalah dengan antioksidan. Beras hitam telah terbukti memiliki efek antioksidan. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan sediaan mikroemulsi ekstrak beras hitam yang stabil dan memiliki efek antikerut. Penelitian dimulai dengan melakukan uji daya antioksidan ekstrak beras hitam secara in vitro terhadap DPPH. Kemudian dilakukan optimasi terhadap basis sediaan mikroemulsi. Basis yang optimal lalu diformulasikan dengan ekstrak beras hitam. Terhadap sediaan mikroemulsi ekstrak beras hitam dilakukan uji stabilitas fisika kimia dan uji efek antikerut. Hasil menunjukkan bahwa formula mikroemulsi ekstrak beras hitam yang stabil memiliki komposisi ekstrak beras hitam 4%, VCO 28,8%, Croduret-50-SS 28,8%, gliserin 28,8%, dan dapar sitrat fosfat pH 3,0 9,6%. Efektivitas antikerut ekstrak beras hitam dalam sediaan mikroemulsi lebih besar daripada dalam sediaan emulsi. Penurunan rata-rata level kerut oleh mikroemulsi ekstrak beras hitam adalah 44,46%±19,7%, sedangkan oleh emulsi ekstrak beras hitam adalah 36,6%±19,5%.      

Kata kunci: Antikerut, beras hitam, mikroemulsi

 


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Yessy H. Pemberian oral ekstrak daun pegagan (Centella asiatica) lebih banyak meningkatkan jumlah kolagen dan menurunkan ekspresi mmp-1 daripada vitamin c pada tikus wistar (Rattus norvegicus) yang dipapar sinar UV-B (thesis). Denpasar: Universitas Udayana; 2014.

Park YS, Kim SJ, Chang HI. Isolation of anthocyanin from black rice and screening of its antioxidant activities. Kor. J. Microbiol. Biotechnol. 2008;36(1):1-3.

Swasti. Aktivitas antioksidan antosianin beras hitam dalam low-density lipoprotein (LDL) plasma darah manusia secara in vitro (thesis). Yogyakarta: UGM; 2007.

Kori Y, Henny L, Elfi SB. Evaluasi stabilitas fisik mikroemulsi natrium askorbil fosfat berbasis minyak kelapa murni (Virgin coconut oil). Farmasains. 2011;1(3):107-111

Inggrid T. Formulasi, uji stabilitas fisik dan uji manfaat shampoo mikroemulsi minyak biji mimba pada ketombe derajat ringan–sedang (thesis). Depok: Universitas Indonesia; 2012

Ichihashi M. Photoaging of the skin. Japanese Society of Anti-aging medicine. 2009;6:52-53.

Kyoung JO, Joong KS, Young IJ. Antioxidative effects of crude anthocyanins in water in oil microemulsion system. Food Sci. Biotechnol. 2006;15:2.

Prince, LM. Microemulsions, theory and practice. New York: Academic Press, Inc; 1977: 3,7,11-13,17,101.

Anita S, Suprapto, dan Roro MA. Efek berbagai peningkat penetrasi terhadap penetrasi perkutan gel natrium diklofenak secara in vitro. Pharmacon. 2009;10(1):7-12.

Lawrence MJ, Rees GD. Microemulsion-based media as novel drug delivery systems. Advanced Drug Delivery Reviews. 2000;45:2–7




DOI: https://doi.org/10.15416/ijpst.v1i1.7509

Article metrics

Abstract views : 0 | views : 0

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Copyright © 2016 IJPST.

Switch to English

Universitas Padjadjaran. Back to Top

View My Stats