Pemanfaatan Tanaman Eceng-Ecengan (Ponteridaceae) sebagai Agen Fitoremediasi dalam Pengolahan Limbah Krom

Yola Desnera Putri, Holis Abdul Holik, Ida Musfiroh, Anisa D. Aryanti

Abstrak


Permasalahan pencemaran air yang disebabkan oleh limbah krom industri penyamakan kulit di kawasan Sukaregang, Kabupaten Garut perlu diolah dengan teknik fitoremediasi dengan tanaman dari keluarga Ponteridaceae. Penelitian ini perlu dilakukan untuk mengetahui kadar penyerapan tanaman eceng-ecengan dan menentukan eceng mana yang paling efektif menyerap krom. Penelitian ini dilakukan dengan tahap pengumpulan bahan dan determinasi tanaman eceng-ecengan, pengolahan limbah dengan fitoremediasi selama 21 hari, dan analisis kadar krom dengan spektrofotometer serapan atom. Kapasitas penyerapan Eichhornia crassipes Solm., Heteranthera peduncularis, dan Monochoria vaginalis adalah 1,5395; 0,5728; dan 0,1057 µg/g. Berdasarkan uji Duncan, disimpulkan bahwa Eichhornia crassipes Solm. merupakan tanaman eceng paling efektif yang memiliki kemampuan paling tinggi dalam menyerap logam krom limbah penyamakan kulit.

 

Kata kunci: Eichhornia crassipes Solm., fitoremediasi, Heteranthera peduncularis, krom, Monochoria vaginalis


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Sarah. Pengelolaan lingkungan untuk keberlanjutan pengembangan ekonomi lokal di sentra industri penyamakan kulit Garut. Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota. 2010;1(21):1–18.

Doumetta S, Lamperi L, Checchini L, Azzarello E, Mugnai S, Mancuso S, et al. Heavy metal distribution between contaminated soil and Paulownia tomentosa, in a pilot-scale assisted phytoremediation study: Influence of different complexing agents. Chemosphere. 2008;72(2008): 1481–1490.

Fatmawati N. Fitoremediasi logam berat kadmium (Cd). Biogenesis Jurnal Ilmia Biologi. 2013; 1(1):74– 83.

Szczygłowska M, Piekarska A, Konieczka P, Namieśnik J. Use of brassica plants in the phytoremediation and biofumigation processes. International Journal of Molecular Sciences. 2011; 12(11): 7760–7771.

Upit RP, Asrul SS, Nuning VH. Kemampuan tumbuhan air sebagai agen fitoremediator logam berat kromiun (Cr) yang terdapat pada limbah cair industri batik. Berkala Perikanan Terubuk. 2011;39(1):58–64.

Sriyana HY. Kemampuan eceng gondok dalam menurunkan kadar Cr (IV) dalam limbah dengan sistem air menggenang dan air mengalir. Ekuilibrium. 2007; 6(3): 43–46.

Hariyadi B, Yanuwiadi B, Polii, Soemarno. Phytoremediation of arsenic from geothermal power plant waste water using Monochoria vaginalis, Salvinia molesta and Colocasia esculenta. International Journal of Biosciences. 2013; 6(3):104–111.

Jadia C, Fulekar MH. Phytoremediation of heavy metals: recent techniques (review jurnal). African Journal of Biotechnology. 2008;8(6):921–928.

Erakhrumen, Agbontalor A. Phytoremediation, an environmentally sound technology for pollution prevention, control and remediation in developing countries (review journal). Educational Research. 2007;2(7).

Purwanto A, Supriyanto C, Samin P. Validasi pengujian Cr, Cu, dan Pb dengan metode spektrometri serapan atom. Prosiding PPI-PDIPTN; 10 Juli 2007; Yogyakarta, Indonesia. Indonesia: Pusat Teknologi Akselerator dan Proses Bahan-BATAN;2007.

Mangkoedihardjo S, Triastuti Y. Vetiver in phytoremediation of mercury polluted soil with the addition of compost. Journal of Applied Sciences Research. 7(4): 465-469, 2011.

Lobo FA, Villafranca AC, Oliveira AP, Moraesa M. Comparison of metallic and ceramic tubes as atomization cells for tin determination by TS-FF-AAS. Atomic Spectroscopy. 2007;28(1):17–23.




DOI: https://doi.org/10.15416/ijpst.v1i1.7510

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Copyright © 2016 IJPST.

Switch to English

Universitas Padjadjaran. Back to Top

View My Stats