Uji Keamanan Dan Uji Aktifitas Sitotoksik Minyak Kayu Manis (Cinnamomum burmannii) untuk Menghasilkan Fitofarmaka Antikanker

Wiwin Herdwiani, Fransiska Leviana, Sari R, Yolanda Yolanda, Rica Rica, Zahra Zahra, Zullies Ikawati, Triana Hertiani

Abstrak


Kanker adalah penyakit mematikan dan angka kejadiannya di Indonesia sangat tinggi. Data di Departemen Kesehatan didapati angka 1,8 per 100 ribu penduduk. Ironisnya saat ini belum ditemukan antikanker yang efektif dan aman. Minyak kayu manisyang diperoleh dari tanaman kayu manis (Cinnamomum burmannii) diduga memiliki aktivitas antikanker. Penelitian sebelumnya  bertujuan untuk isolasi, standarisasi minyak kayu manis sudah dilakukan. Saat ini penelitian dilanjutkan terhadap uji aktifitas serta keamanan minyak kayu manis untuk  mendapatkan fitofarmaka antikanker. Pengujian aktivitas antikanker  dengan menguji kemampuan penghambatan sel kanker terhadap sel line kanker WiDr (kanker kolon). Keamanan minyak kayu manisditentukan dengan melakukan uji toksisitas sub kronis terhadap mencit putih jantan.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa minyak kayu manis memiliki aktifitas sitotoksik terhadap kultur sel WiDr dengan IC50=13,70µg/ml.  Pemberian minyak kayu manis kepada hewan uji Tikus selama 1 bulan tidak memberikan perubahan biokimia darah BUN kreatinin, SGPT dan SGOT, serta hematologi Darah. Hasil histopatologi terhadap hepar dan ginjal juga tidak memberikan kerusakan sel kecuali pada dosis 0,04ml/200 g BB.

 

Kata kunci:Minyak kayu manis, antikanker, WiDr, toksisitas


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


CDC. Statistics for Different Kinds of Cancer [diunduh 9 Januari 2014]. Tersedia dari : http://www.cdc.gov/cancer/dcpc/data/types.htm

Depkes. Pers release hari kanker sedunia tahun 2014 [diunduh 15 Februari 2014]. Tersedia dari: http://pppl.depkes.go.id/berita?id=1295

Murwanti R, Meiyanti E, Nurrochmad A, Kristina SA. Efek ekstrak etanol rimpang temu putih (Curcuma zedoaria Rosc.) terhadap pertumbuhan tumor paru fase post inisiasi

pada mencit betina diinduksi Benzo[a]piren. Majalah Farmasi Indonesia. 2004;15(1):7–12.

Vangalapati M, Satya S, Prakash S, Avanigadda S. A Review on Pharmacological Activities and Clinical effects of Cinnamon Species. Research Journal of Pharmaceutical, Biological and Chemical Sciences. 2012; 3(2): 653-663.

Daker M, Lin VY, Akowuah GA, Yam MF, Ahmad M. Inhibitory effects of Cinnamomum burmannii Blume stem bark extract and trans cinnamaldehyde on nasopharyngeal carcinoma cells; synergism with cisplatin. Experimental And Therapeutic Medicine. 2013; 5: 1701-1709.

Cabello CM, Bair Iii WB, Lamore SD, et al. The cinnamon-derived Michael acceptor cinnamic aldehyde impairs melanoma cell proliferation, invasiveness, and tumor growth. Free Radic Biol Med. 2009; 46(2): 220-231.

Fanh SH, Rao YK, Tzeng YM. Cytotoxic Effect of trans Cinnamaldehyde from Cinnamomum osmophloeum Leaves on Human Cancer Cell Lines. International Journal of Applied Science and Engineering. 2004; 2(2): 136-147.

Sharififar F, Moshafi MH, Dehghan-Nudehe G, Ameri A, Alishahi F, Pourhemati A. Bioassay screening of the essential oil and various extracts from 4 spices medicinal plants. Pak Journal Pharm Science. 2009;22(3):317-322.

Ouédraogo M, Zerbo P, Konaté K, Barro N, Sawadogo LL. Effect of Long-term use of Sida rhombifolia L. Extract on Haemato-biochemical Parameters of Experimental Animals. British Journal of Pharmacology and Toxicology. 2013; 4(1): 18-24.

Claudia MNE, Julius OE, Blaise K, Dagobert T, Gilles FD, Dongo IE. Acute and sub acute toxicities of methanol / methylene chloride (CH3OH / CH2Cl2) extract of

laportea ovalifolia (urticaceae) in rats. Pharmacologyonline. 2007; 2 : 391-406.




DOI: https://doi.org/10.15416/ijpst.v1i2.7513

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Copyright © 2016 IJPST.

Switch to English

Universitas Padjadjaran. Back to Top

View My Stats