Analisis Kalium dan Kalsium pada Ikan Kembung dan Ikan Gabus

Nia N Susanti, Yulia Sukmawardani, Ida Musfiroh

Abstrak


Kalium dan kalsium merupakan makromineral, yang memiliki peran dan fungsi penting bagi tubuh, baik pada sel, jaringan, organ, dan keseluruhan tubuh. Kalium berfungsi untuk mengaktifkan enzim, serta membantu dalam menjaga tekanan osmotik dan keseimbangan antara asam dan basa, sedangkan kalsium berfungsi dalam pemeliharaan tulang dan gigi serta membantu kontraksi dan relaksasi pada otot. Salah satu sumber mikromineral yaitu ikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan kalium dan kalsium pada ikan kembung dan ikan gabus. Analisis kandungan kalium dan kalsium menggunakan metode Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS), terdiri atas: preparasi sampel dengan metode destruksi basah (HNO3 35% dan H2O2 30%), validasi metode dan analisis sampel ikan kembung dan ikan gabus. Kadar kalium pada ikan kembung adalah 64.391,16 mg/100 g +97,62 dan pada ikan gabus adalah 30.988,70 mg/100 g +230,62 sedangkan kadar kalsium pada ikan kembung adalah 29.197,6607 mg/100 g +17,77 dan pada ikan gabus adalah 21.369,7065 mg/100 g +13,99. Kandungan kalium dan kalsium pada ikan kembung dan ikan gabus  sangat berbeda, hal ini dikarenakan habitat pada ikan kembung dan ikan gabus berbeda.

 

Kata kunci: Ikan gabus, ikan kembung, kalium, kalsium, SSA

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Rahmania, Yunianta, Erryana M. Pengaruh metode penggaraman basah terhadap karakteristik produk ikan gabus (Ophiocephalus striatus). Jurnal Teknologi Pertanian. 2007;8(3): 142-152.

Setyaningrum A, Sukesi. Penentuan Ca, Na, dan K dalam nugget ayam-rumput laut (Eucheuma cottonii). Jurnal Sains dan Seni Pomits. 2013;2 (1):2337-3520.

Miefthawati NP, Gusrina L, Axela F. Penetapan kadar kalsium pada ikan kembung segar dan ikan kembung asin secara kompleksometri. Jurnal Analisis Kesehatan Klinikal Sains. 2013;1(1): 1-9.

Ghufran H, Kordik K. Akuakultur di perkotaan. Cetakan I. Jakarta: Nuansa Aulia; 2012.

Harmita. Petunjuk pelaksanaan validasi metode dan cara perhitungannya. Majalah Ilmu Kefarmasian. 2004;(1)3: 117-135.

Kristianingrum S. Kajian berbagi proses destruksi sampel dan efeknya (makalah-semnas). Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta; 2005; 1-11.

Nurnadia AA, Azrina A, Amin I, Mohd Yunus AS, Mohd Izuan EH. Mineral contents of selected marine fish and shellfish from the west coast of peninsular Malaysia. International Food Research Journal. 2013;20(1): 431-437.

Purwaningsih S. Kandungan mineral tanaman kangkung air (Ipomea aquatic Farsk) (skripsi). Bogor: Institut Pertanian Bogor; 2012;14-15.

Saparinto C, Hidayati D. Bahan tambahan pangan. Yogyakarta: Kanasius; 2006.

Suhartono, Haruna, Pailin JB. Identifikasi dan prediksi daerah penangkapan ikan kembung (Rastrelliger spp) di perairan kabupaten pangkep. Jurnal Amanisal PSP FPIK Unpatti-Ambon. 2013;2(2): 55-65.

Susanto E, Agustini TW, Swastawati F, Surti T, Fahmi AS, Albar MF dan Nafis MK. Pemanfaatan bahan alami untuk memperpanjang umur simpan ikan kembung (Rastrelliger negluctus). Jurnal perikanan (J.Fis.Sci). 2011;2: 60-69.




DOI: https://doi.org/10.15416/ijpst.v3i1.7913

Article metrics

Abstract views : 0 | views : 0

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Copyright © 2016 IJPST.

Switch to English

Universitas Padjadjaran. Back to Top

View My Stats