PENGALAMAN KOMUNIKASI KELUARGA PADA MANTAN BURUH MIGRAN PEREMPUAN

Wahyu Utamidewi, Deddy Mulyana, Edwin Rizal

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengalaman komunikasi keluarga buruh migran perempuan mengelola komunikasi dalam rangka mempertahankan keutuhan rumah tangga. Pokok-pokok pertanyaan penelitiannya adalah buruh migran perempuan memaknai peran dirinya sebagai seorang istri dan ibu bagi anak-anaknya serta memaknai profesinya sebagai buruh migran perempuan dan memaknai komunikasi dirinya terhadap suami dan anaknya. Motif apa saja yang menguatkan pasangan suami istri untuk mengelola perkawinan mereka serta pengalaman komunikasi keluarga buruh migran perempuan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan studi fenomenologi. Subjek penelitiannya adalah mantan buruh migran perempuan. Informan dipilih melalui teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buruh migran memaknai profesinya sebagai buruh migran perempuan yaitu sebagai profesi, mata pencaharian, aktualisasi diri, inspirator dan motivator. Buruh migran memaknai peran dirinya sebagai istri dan seorang ibu. Sebagai seorang istri buruh migran memaknai dirinya sebagai seorang perempuan ditakdirkan sebagai istri/kodrat illahi, sebagai istri dapat membantu mencari nafkah, sebagai teman hidup, penasehat yang bijaksana untuk suami, dan menjadi seseorang yang dapat mendorong/memotivasi suami. Buruh migran perempuan memaknai dirinya sebagai seorang ibu yaitu sebagai sumber pemenuhan kebutuhan anak, teladan atau model bagi anaknya dan sebagai pemberi stimuli bagi perkembangan anaknya.Tiga motif yang melatarbelakangi seseorang untuk mengelola komunikasi, yaitu motif saling menjaga, mencintai dan menyayangi, motif agama dan motif keluarga. Pengalaman komunikasi keluarga buruh migran perempuan dalam mengelola komunikasi untuk mempertahankan keutuhan rumah tangga yang harmonis meliputi komunikasi yang dilakukan dengan suami dan anak-anaknya. Komunikasi yang terjalin selama berada diluar negeri sampai informan kembali terus dipertahankan agar anak-anak tetap merasa nyaman dengan keberadaan ibunya.

Keywords


Pengalaman komunikasi, komunikasi keluarga, makna, motif, buruh migran

Full Text:

PDF

References


Arliss, L.P. (1993). Contemporary family communication: messages and meanings. New York: St Martin’s Press.

Amini, I. (1994). Bimbingan Islam untuk Kehidupan Suami-Istri. Bandung : AlBayan.

Basrowi. & Sukidin. (2002). Metode penelitian kualitatif perspektif mikro. Surabaya: Insan Cendikia.

Beebe, A. S. & Beebe, S. J. (1996). Interpersonal communication relating to others. USA: Sage Publication, Ltd.

Berger, P. L. & Luckmann, T. (2013). Tafsir sosial atas kenyataan risalah tentang sosiologi pengetahuan. Jakarta: LP3ES

Creswell, J. W. (1997). Qualitative inquiry and research design: choosing among five tradition. Sage: Thousand Oaks.

Cupach, W. R. & Canary, D. J. (2003). Conflict: Couple Relationship in Ponzetti, J.J (Ed). International Encyclopedia of Marriage and Family. New York, Macmillan.

Denzin, N. K. & Lincoln, Y. S. (2009). Handbook of qualitative research. California: Sage Publications.

Dewi, S. K. C. (2014). Pemeliharaan komunikasi antar pribadi tkw untuk harmonisasi keluarga. Diakses dari http: // ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/interaksionline/article/viewFile/7243/7010

Finchman, F. D. (2004). Communication in marriage, in vangelisty, A.L (Ed), handbook of family communication. New York, LEA.

Gunarsa, S. D. & Gunarsa, Y. S. D. (2004). Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Jakarta: Gunung Mulia.

Ihromi, T. O. (1999). Bunga rampai sosiologi keluarga. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia anggota IKAPI.

Kuswarno, E. (2009). Metodologi penelitian komunikasi fenomenologi: konsepsi, pedoman, dan contoh penelitian fenomena pengemis kota bandung. Bandung: Widya Padjadjaran.

Kartono, K. (1995). Psikologi Anak (Psikologi Perkembangan). Bandung: Mandar Maju

Littlejohn, S & Foss, K. A. (2005). Theories of human communication. Singapore: Thomson & Wadsworth.

Mulyana, D. (2005). Ilmu komunikasi suatu pengantar. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Papalia, O. & Feldman. (2008). Human development (psikologi perkembangan). Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Pengadilan Agama Kabupaten Banyumas http://www.pa-banyumas.go.id/index.php/ profil-pa-banyumas-2/34-info-pengadilan/ pengadilan diakses 20 Maret 2016

Segrin, C & Flora, J. (2005). Family communication. New York: LEA.

West, R & Turner L.H. (2006). Introducing communication theory: analysis & application. New York: Mc-Graw Hill.

Widjanarko, W. (2011). Pola komunikasi pasangan suami istri dalam perkawinan beda agama (Disertasi). Bandung: Universitas Padjadjaran.




DOI: https://doi.org/10.24198/jkk.v5i1.7901

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2017 Jurnal Kajian Komunikasi

Jurnal Kajian Komunikasi Indexed by:

 

Jurnal Kajian Komunikasi

Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran
Jl. Raya Bandung-Sumedang Km. 21 Jatinangor, Sumedang, Indonesia 45363
WA: +6281321470093 (Chat Only)

Telepon: +62227796954
Faksimile: +62227794122
email: jurnalkajiankomunikasiunpad@gmail.com


 

Creative Commons License
Jurnal Kajian Komunikasi is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


site
stats View My Stats

Jurnal Kajian Komunikasi Supervised by: