MENGENAL LEBIH DEKAT: OCCUPATIONAL STRESS PADA DOKTER INTERNSIP

Annisa Yuliarahma Wintoro, Ratu Rantilia Dwiputri, Seruni Yuniarti, Aulia Iskandarsyah

Abstrak


Dokter yang telah studi dan mengambil sumpah dokter, berdasarkan Undang-undang No.20 Tahun 2013 tentang Pendidikan Kedokteran, diwajibkan mengikuti intersip selama satu tahun. Selama menjalani internsip, terdapat perbedaan antara ekspektasi dan realita yang membuat mereka frustrasi, namun tidak ada yang dapat dilakukan untuk mengubah keadaan sehingga dapat menyebabkan perasaan tertekan (stres). Tujuan dari penelitian ini untuk menggambarkan tingkat stres dari dokter internsip. Adapun partisipan dari penelitian ini yaitu 95 dokter internsip yang bekerja minimal 3 bulan dan ditempatkan di luar kota asal. Penelitian ini menggunakan alat ukur occupational stressdengan reliabiltas 0.91. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa 44,21% dokter berada pada tingkat stres sedang, artinya mereka mengalami stres yang masih dapat dihadapi sehingga tidak dapat menimbulkan gangguan fisik. Berdasarkan hasil penelitian, hal yang paling mengganggu para dokter internsip adalah upah yang tidak sesuai dengan pekerjaan yang mereka kerjakan. Selain itu ketidakjelasan peran mereka di rumah sakit pun menjadi salah satu faktor yang menyebabkan stres. Terdapat 27,37% dokter internship yang berada pada kategori agak tinggi dan 3,16% pada tingkat tinggi, artinya mereka dapat berpotensi menimbulkan gangguan fisik. Hasil penelitian dapat digunakan oleh Institusi yang berkaitan dengan dokter internsip agar memperhatikan aspek-aspek yang berkaitan dengan occupational stress.


Teks Lengkap:

PDF


DOI: https://doi.org/10.24198/10.24198/jpsp.vol1n1

DOI (PDF): https://doi.org/10.24198/10.24198/jpsp.vol1n1.1

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.