METODE ANALISIS BIAYA POTONG PADA RUMAH POTONG HEWAN DI KABUPATEN BANDUNG

Rochadi Tawaf, Linda Herlina, Anita Fitriyani

Abstract


Biaya pemotongan ternak sapi disetiap RPH ternyata berbeda-beda besaran nilai dan cara penetapannya. Pada umumnya, dasar yang digunakan adalah perbandingan terhadap harga yang berlaku di suatu wilayah. Sampai saat ini, belum diperoleh informasi yang lengkap mengenai cara analisis biaya potong yang dapat dipertanggung jawabkan.

Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan metode analisis biaya potong di RPH kabupaten Bandung. Metode analisis biaya pemotongan hewan di RPH yang standar diperlukan guna dapat dipertanggungjawabkan dan menimbulkan iklim kondusif bagi para pihak, terutama bagi pelaku usaha dan kegiatan pelayanan RPH itu sendiri. Konsep “kontribusi minimal dari Nilai Tambah ternak” yang diterjemahkan sebagai “biaya potong sebesar 1% dari kenaikan nilai tambah ternak” kedalam bahasa matematika

Simpulan penelitian ini adalah : Konsep “biaya potong sebesar 1% dari kenaikan nilai tambah ternak” dengan metode “kontribusi minimal dari Nilai Tambah ternak”, dapat digunakan sebagai pedoman bagi penetapan retribusi RPH sapi potong. Metode ini dapat dikembangkan dan digunakan bagi ternak kerbau, kuda, kambing, domba juga Unggas dengan didahului oleh penelitian yang lebih spesifik bagi masing-masing komoditi ternak tersebut.


Keywords


Biaya Potong, Rumah Potong Hewan, Kontribusi dan nilai tambah

Full Text:

PDF

References


Badan Standarisasi Nasional (1999) SNI Rumah Pemotongan Hewan No. 6159 Tahun. 1999

Barton-Gade, P.A, B.B Chrystall, A.H. Kirton, G.R. Longdill, H.R. Cross, dan M. Jespersen. (1988). Slaughter Produceres for Pigs, Sheep, Cattle, and Poultry. Dalam : Cross. H.R. dan A.J. Overby (editors). Meat, Science, Milk Science and Technology (World Animal Science B3) Elsevier Science Publisher, B.V. Oxfoord/New York/Tokyo.

Blakely, J dan D.H. Blade (1991). Ilmu Peternakan. Edisi Keempat. Penerjemah Bambang-Srigandono. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Fatwa MUI Nomor.B-776/MUI/X/1990 Tentang Pemingsanan Ternak Sebelum Disembelih.

Gracey, J.F (1986). Meat Hygiene. Bailliere Tindall. Eight Edition. London /Philadelphia/Toronto/Mexico City/Rio de jeneiro/Sydney/Tokyo/Hong kong.

Lawrie, R.A. ( 1995). Ilmu Daging. Edisi Kelima. Penerjemah : Aminudding-parakkasi. Penerbit Universitas Indonesia. Jakarta.

Kementrian Pertanian RI (1986) SK Menteri Pertanian no. 555/Kpts/TN.240/9/1986 Tentang Rumah Pemotonga Hewan.

Kementrian Pertanian RI (1992) SK Menteri Pertanian Nomor : 413/Kpts/TN.310/1992 Tentang Prosedur Pemotongan Hewan dan Pemeriksaan Postmortem.

Soeparno (1994). Ilmu dan Teknologi Daging. Cetakan Kedua. Gadjah Mada University press. Yogyakarta.

Standar Operasioanal Prosedur RPH Karawaci.(2011). PT KAR.

Sulaeman dan Undang Santosa (1998). Evaluasi Karkas Ternak Potong. Buku Ajar Politeknik Pertanian. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Pusat Pengembangan Politeknik dan Pengembangan Pendidikan Program Diploma. Bandung.

Swatland, H.J. (1984). Structure and Development of Meat Animals. Prentice-Hall Inc. Englewood Cliffs. New Jersey.

Tawaf, R. (2006). Detail Enginering Design Meat Bussiness Center; Kerjasama Dinas Peternakan Perikanan Kab. Bandung dengan Fakultas Peternakan Unpad.

Tawaf, R. Obin Rachmawan dan Andre Daud (2013). Revitalisasi Rumah Pemotongan (RPH) Milik Pemerintah di Jawa Barat. Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran.




DOI: https://doi.org/10.24198/jit.v18i1.18163

Article metrics

Abstract views : 0 | views : 0

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Jurnal Ilmu Ternak

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

JURNAL ILMU TERNAK INDEXED BY: