Variabilitas genetik, kemajuan genetik, dan pola klaster populasi tegakan benih Paraserianthes falcataria (L.) Nielsen setelah seleksi massa berdasarkan marka morfologi

Sopandie Sunarya, Murdaningsih Haeruman Karmana, Neni Rostini, Sumadi Sumadi

Abstrak


Informasi variabilitas genetik, kemajuan genetik dan pola kluster fennotipik merupakan dasar pada penelitian pemuliaan pohon yang akan meningkatkan peluang diperolehnya pohon superior.  Tujuan penelitian adalah mendapatkan beberapa parameter genetic dan pola kluster dari populasi tegakan benih Paraserianthes falcataria (L.) Nielsen menggunakan seleksi massa berdasarkan marker morfologi.  Percobaan disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RBD) dengan lima perlakuan yang diulang empat kali. Materi percobaan adalah individu pohon pada tegakan benih P. falcataria. Pengamatan dilakukan terhadap karakter  diameter setinggi dada (DBH), tinggi total (Ttot), tinggi bebas cabang (Tbc), kekekaran pohon (KPhn), tinggi tajuk (Ttjk), jumlah cabang (JCbg) dan volume pohon (VPhn).  Variabilitas genetik dan fenotipik berdasarkan varians adalah sempit dan variabilitas sempit sampai luas berdasarkan koefisien variasi genetik dan fenotipik.  Heritabilitas rendah pada diameter setinggi dada, tinggi bebas cabang  dan volume standing stock, heritabilitas tinggi pada tinggi total, kekekaran pohon (rasio diameter-tinggi), tinggi tajuk dan jumlah cabang.  Kemajuan genetik rendah pada volume standing stock, kemajuan genetik sedang pada jumlah cabang,  kemajuan genetik tinggi pada karakter  diameter detinggi dada, tinggi total, tinggi bebas cabang, kekekaran pohon dan tinggi tajuk.  Kriteria seleksi pada karakter volume standing stock adalah diameter setinggi dada dan tinggi bebas cabang, kriteria seleksi tinggi total adalah tinggi bebas cabang, tinggi tajuk, jumlah cabang  dan kekekaran pohon, kriteria seleksi untuk tinggi tajuk adalah jumlah cabang  dan kekekaran pohon.  

KeywordsParaserianthes falcataria, seleksi massa, variabilitas genetik, pola kluster, kemajuan genetik, tegakan benih, marker morfologi


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Allard, R.W. 1992. Principles of Plant Breeding. Rev. Eds.. John Wiley and Sons, Inc. New York- London.

Chapman, H.H. and W.H. Meyer. 1949. Forest Mensuration. McGraw-Hill Book Company Inc. New York.

Daniel, T.W., J.A. Helms, and F.S. Baker. 1992. Prinsip-prinsip Silvikultur. Gajahmada University Press. Yogyakarta. 651p.

Daradjat, A.A. 1987. Variabilitas dan Adaptasi Genotipe Terigu pada Berbagai Lingkungan Tumbuh di Indonesia. Disertasi. Universitas Padjadjaran Bandung.

Dudley, J.W. and R.N. Moll. 1969. Intertpretation and use of estimates of heritability and genetic variance in plant breeding. Crop. Sci. 9: 257-262.

Falconer, D.S. and T.F.C. Mackay. 1996. Introduction to Quantitative Genetic. Fourth Edition. Longman Group ltd. London. 464p.

Finkeldey, R. 2005. Pengantar Genetika Hutan Tropis. Djamhuri E, Siregar IZ, Siregar UJ, Kertadikara AW, penerjemah. Bogor: Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor. Terjemahan dari: An Indtroduction to Tropical Forest Genetics.

Hardiyanto, E.B. 2000. Quantitative Genetics. Training Course on Basic Forest Genetics. Wangama-Wonogiri, 12 – 17 June 2000. Yogyakarta.

Heyne, K. 1987. Tumbuhan Berguna Indonesia. Jilid ke II cetakan ke-1. Badan LITBANG Kehutanan Jakarta. Jakarta.

Laar, A. van and Akça, A. 1997. Forest Mensuration. Cuvillier Verlag. Göttingen.

Lakitan B. 2004. Dasar-dasar Fisiologi Tumbuhan. PT RajaGrafindo Persada. Jakarta.

Lamb, D. and Borschmann, G. 1998. Agroforestry with high value trees. RIDROC publication No. 98/142.

Loveless AR. 1987. Prinsip-prinsip Biologi Tumbuhan untuk Daerah Tropika. PT Gramedia. Jakarta.

Mattjik, A.A. dan Sumertajaya M. 2000. Perancangan Percobaan dengan Aplikasi SAS dan Minitab. Jilid I. IPB Press. Bogor.

Murdaningsih, H.K., A. Baihaki, G. Satari, T. Danakusuma dan A.H. Permadi. 1990. Variasi genetik sifat-sifat tanaman bawang putih di Indonesia. Zuriat 1(1) : 32-36.

Nusifera, S. 2012. Diversitas genetik dan respon kecipir (Psophocarpus tetragonolobus L. DC) terhadap pemangkasan reproduktif. Program Pascasarjana Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran. Bandung.

Pinaria, A., A. Baihaki, R. Setiamihardja dan A.A. Darajat. 1995. Variabilitas genetik dan heritabilitas karakter-karakter biomassa 53 genotipe kedelai. Zuriat 6(2): 80-87.

Poehlman J. M., and Sleper D.A. 1995. Breeding Field Crops. Fourth Edition. Iowa State University Press.

Poespodarsono, S. 1988. Dasar-dasar Ilmu Pemuliaan Tanaman. Pusat Antar Universitas Institut Pertanian Bogor Bekerja Sama dengan Lembaga Sumberdaya Informasi - IPB. Bogor. Hal : 5 - 6.

Rostini, N., E. Yuliani dan N. Hermiati. 2006. Heritabilitas, kemampuan genetik dan korelasi karakter daun dengan buah muda dan heritabilitas pada 21 genotip nenas. Zuriat 17(2): 114-121.

Rostini, N,. T. Herawati, N. Hermiati. M. Rachmadi, dan Murdaningsih, H.K. 2008. Pengantar Pemuliaan Tanaman. Giratuna. Bandung. 116p.

Salisbury, F.B. dan C.W. Ross. 1995. Fisiologi Tumbuhan. ITB Bandung. Bandung.

Singh, RK and BD Chaudary. 1977. Biometrical Methods in Quantitative Genetics Analysis. Kalyani Publishers. Indiana New Delhi.

Stansfield, WD. 1991. Genetika. Edisi Kedua. Terjemahan oleh Muchidin Apandi dan Lanny T. Hardy. Erlangga. Jakarta.

Sudarmadji, R. Mardjono dan H. Sudarmo. 2007. Variasi genetik, heritabilitas dan korelasi genotipik sifat-sifat penting tanaman wijen (Sesamum indicum). J. Littri 13:3. 88-92.

Van Beuningen, L.T. 1997. Genetic diversity among North American spring wheat cultivar : III Cluster analisys based on quantitative morphological traits. Crop Sci. 37 : 203-207.




DOI: https://doi.org/10.24198/kltv.v16i1.11544

Article metrics

Abstract views : 0 | views : 0

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Jurnal Kultivasi, All Right © Reserved 2018