Identifikasi morfologi dan agronomi jagung hibrida Unpad pada tumpangsari dengan padi hitam di dataran tinggi Arjasari Jawa Barat

Elia Azizah, A. Setyawan, Muhamad kadapi, Yuyun Yuwariah, Dedi Ruswandi

Abstrak


Produksi jagung di Indonesia belum mampu menutupi tingginya permintaan jagung nasional. Padi hitam pun secara umum mengalami kondisi yang sama. Upaya peningkatan produksi jagung dapat ditingkatkan melalui penggunaan jagung hibrida. Namun, penggunaan varietas hibrida akan mendatangkan permasalahan lingkungan karena over aplikasi pupuk sintetis. Modifikasi lingkungan secara aktif pada budidaya hibrida jagung dan padi hitam dapat dilakukan dengan cara tumpangsari. Hal ini merupakan salah satu solusi yang ramah lingkungan karena memperkaya bahan organik dan anorganik melalui pemilihan tanaman kedua secara selektif, mencegah gagal panen, diversifikasi pangan dan asupan nutrisi yang berbeda. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan varietas jagung hibrida unpad yang memiliki penampilan morfologi dan agronomi terbaik dalam tumpangsari dengan padi hitam di dataran tinggi. Percobaan lapangan menggunakan rancangan acak kelompok dengan 18 perlakuan jagung hibrida unpad dan 1 varietas komersil sebagai cek. Untuk mendapatkan Jagung hibrida terpilih analisis dilanjutkan dengan uji Least Significant Increase (LSI). Hasil penelitian memperlihatkan bahwa dalam kondisi tumpangsari dengan padi hitam, karakter panjang daundengan hibrida terpilih JH6, JH17, JH12, dan karakter bobot biji pipilan kering, dengan hibrida terpilih JH17, JH12, JH8, JH1 dan JH14, memberikan hasil tertinggi dibandingkan cek. Panjang daun dan bobot biji pipilan kering merupakan karakter penting terkait dengan hasil yang tinggi pada jagung hibrida. Namun, memberikan hasil yang sama pada tinggi tongkol dan kandungan klorofil. Untuk mendapatkan jagung hibrida unpad yang lebih stabil dan adaptif perlu dilakukan pengujian lebih lanjut pada musim dan ketinggian tempat yang berbeda.

Kata kunci : Morfologi-Agronomi, hibrida,  jagung, padi hitam, tumpangsari

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Allard, R.W. 1960. Principles of plant Breeding. John Wiley and Sons, Inc. NewYork, London.

Bantie, B. Yayeh. 2015. Determination of effective spatial arrangement for intercropping of maize and potato using competition indices at South Wollo, Ethiopia.Vol. 3 (2), pp. 218-225. ISSN: 2408-6886

Badan Pusat Statisik. 2015. Produktivitas Padi Jagung Kedelai. Berita Resmi Statistik No. 26/03/ Th. XIX.

Balai Penelitian Tanaman Serealia. 2010. Teknologi Produksi Benih Jagung Hibrida. Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Federer, W.T. 1989. Intercropping, Developing Countries, and Tropical Agriculture. Chapter 11. Springer : ISBN 9780387226477

Fehr, W.R. 1987. Principles Of Cultivar Development. Macmillan Publ. Co., Inc. New York.

Gardner, Franklin P. 1985. Physiology of crop plants.Iowa State University Press. USA.

Gomez, K.A. & A. A. Gomez. 1995. Prosedur Statistik untuk Penelitian Pertanian. Edisi Kedua. UI-Press.

Ibeawuchi, I . I. 2007. Intercropping - A Food Production Strategy for the Resource Poor farmers. Nature and Science, 5(1) : 46-59.

Kleinheinz, Volker. 1998. Intercropping With Legums in the tropics. AVRDC. Taiwan.

Kumar, R., J.Kaul, R.B. Dubey, A. Singode, G.K. Chikkappa, A. Manivannan and M.K. Debnath. 2012. Assesment of drought olerance in Maize (Zea mays) based on differen indices. Sabrao Journal Of Breeding and geneics 47 (3):291-298.

Petersen, R. G. 1985.Designand Analysis of Experiments. Marcel Dekker. New York.

Phoelman, J.M. and D.A. Sleeper. 1995. Breeding Field Crops. Iowa State University Press.

Ruswandi, D, J. Supriatna, N. Rostini, andE. Suryadi. 2016. Assessment of sweetcorn hybrids under sweetcorn/ chilli pepper intercropping in West Java, Indonesia. J. Agron., 15(3): 94-103. DOI: 10.392/ja.2016.94.103.

Silva, P.S.L.2, Silva, P.I.B.3, Oliveira, V.R.4, Barros, G.L.5, and Monteiro, A.L. 2012. Corn Cultivar Intercropping With Arboreal Legumes For Weed Control. Planta Daninha, Viçosa-MG, v. 31, n. 3, p. 559-567.

Taiz, L and E. Zeiger. 2006. Plant Physiology, Fourth edition. Sinauer Associates, Inc. USA.

Vandermeer, J. 1989: The ecology of intercropping. Cambridge University Press. Cambridge.

Yan, J., M. Warburton, and J. Crouch. 2011. Association mapping for enhancing maize (Zea mays L.) genetic improvement. Crop Science Vol. 51 : 433–449. DOI: 10.2135/cropsci2010.04.0233

Yuwariah, Y. 2011. Dasar-Dasar Sistem Tanaman Ganda. Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian UNPAD. Bandung.

Zhang, F.and Long Li. 2003. Using competitive and facilitative interactions in intercropping systems enhances crop productivity and nutrient-use efficiency. Journal of Plant and Soil248: 305–312.




DOI: https://doi.org/10.24198/kltv.v16i1.11718

Article metrics

Abstract views : 0 | views : 0

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Jurnal Kultivasi, All Right © Reserved 2018