Pertumbuhan dan hasil gandum (Triticum aestivum L.) yang Diberi perlakuan pupuk silikon dengan dosis yang berbeda di dataran medium Jatinangor

Fiky Yulianto Wicaksono, Yudithia Maxiselly, Oviyanti Mulyani, M. I. Janitra

Abstrak


Pemberian silikat diketahui dapat meningkatkan aktivitas antioksidan, stabilitas membran sel, dan kandungan klorofil meningkat sehingga dapat mengatasi cekaman panas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis silikon yang optimum terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman gandum yang maksimum di dataran medium. Percobaan dilakukan sejak Maret hingga Agustus 2016 di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, Jatinangor, dengan ketinggian tempat yaitu ± 750 m di atas permukaan laut. Rancangan percobaan adalah Rancangan Acak Kelompok, terdiri dari 7 perlakuan dosis pupuk silika yang diulang 3 kali. Perlakuan terdiri dari 0, 50, 100, 150, 200, 250, dan 300 kg ha-1. Perbedaan nilai rata-rata taraf diuji dengan Duncan Multiple Range Test pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk silika berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman dibandingkan tanpa pupuk silika, dilihat dari tinggi tanaman, jumlah anakan, persentase gabah isi, bobot 100 butir, bobot biji, dan kandungan gluten. Dosis pupuk silika yang paling baik bagi pertumbuhan dan hasil adalah 250 kg ha-1.

 

Kata kunci: gandum,silikon, dataran medium


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Al-Khatib, K. and G. M. Paulsen. 1999. High-temperature effects on photosynthetic processes in temperate and tropical cereals. Crop Sci. 39: 119-125.

Aptindo. 2014. Overview Industri Tepung Terigu Nasional Indonesia. Seminar Aptindo, 11 Juli 2014. Jakarta

Blum, A. 1988. Plant Breeding for Stress Environments. CRC Press, Inc., Boca Raton, Florida, pp 223.

Gardner, F.P., R.B. Pearce, dan R.L. Mitchell. 1991. Fisiologi Tanaman Budidaya (Terjemahan H. Susilo). UI Press. Jakarta.

Gasperz, V. 1995. Teknik Analisis dalam Penelitian Percobaan Edisi 1. Penerbit Tarsito. Bandung.

Jiang, Y., and B. Huang. 2000. Effects of Calcium on Antioxidant Activities and Water Relations Associated with Heat Tolerance in Two Cool-Season Grass. J. of Exp. Bot. 52:341–359.

Litbang Pertanian. 2007. Deskripsi Varietas Dewata. http://www.litbang.pertanian. go.id/varietas/one/539/ (Akses tanggal 8 Maret 2016)

Ma, J.F. 2003. Role of silicon in enhancing the resistance of plants to biotic and abiotic stresses. Soil Sci. Plant Nutr., 50 (1): 11 – 18.

Makarim, A.K., E. Suhartatik, dan A. Kartohar-djono. 2007. Silikon: hara penting pada tanaman padi. Iptek Tanaman Pangan, 2 (2).

Nurmala, T. 1998. Serealia Sumber Karbohidrat Utama. Penerbit Rineka Cipta. Jakarta.

_________.2007. Pangan Alternatif. Penerbit Giratuna. Bandung.

Song, A., P. Li, Z. Li, F. Fan, M. Nikolic, and Y. Liang. 2011. The alleviation of zinc toxicity by silicon is related to zinc transport and antioxidative reactions in rice. Plant Soil, 344: 319 – 333.

Stone, P.J., R. Savin, I.F. Wardlaw, and M.E. Nicolas. 1995. The influence of recovery temperature on the effects of brief heat shock on wheat. I. Grain growth. Aus. J. Plant Physiol., 22: 945-954.

Sujatha, K.B., S.M. Babu, S. Ranganathan, D.N. Rao, S. Ravichandran, dan S.R. Voleti. 2013. Silicon accumulation and its influence on some of the leaf characteristics, membrane stability and yield in rice hybrids and varieties grown under aerobic conditions. J. of Plant Nutr., 36: 963 – 975

Taiz, L., and E. Zeiger. 2002. Plant Physiology, 3rd Ed. Sinauer Associates. Sunderland.

Vasanthi, N., L.M. Saleena, and S.A. Raj. 2014. Silicon in crop production and crop protec-tion - A review. Agri. Reviews, 35 (1): 14 – 23.

Wang, L.J., and S.H. Li. 2006. Salicylic acid-induced heat or cold tolerance in relation to Ca2+ homeostasis and antioxidant systems in young grape plants. Plant Sci.,

: 685–694

Wallace, S. 2010. World Wheat Production to Drop 0.9 % in 2010-11, UN Agency Says. Bloomberg Business Week.

Wardlaw, I.F., I.A. Dawson and P. Munibic, 1989. The tolerance of wheat to high temperatures during reproductive growth. II. Grain development. Australian J. Agri. Res., 40: 1–13




DOI: https://doi.org/10.24198/kltv.v15i3.11770

Article metrics

Abstract views : 0 | views : 0

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Jurnal Kultivasi, All Right © Reserved 2018