Respons pertumbuhan, hasil, dan kualitas hasil buncis tegak terhadap pemberian berbagai dosis kompos dan interval panen pada inceptisols jatinangor

Kusumiyati Kusumiyati, Wawan Sutari, N. Raniska

Abstrak


Produksi buncis yang menurun mengakibatkan tidak terpenuhinya permintaan. Penurunan tersebut disebabkan oleh beberapa hal, seperti kondisi lahan suboptimal dan kualitas hasil yang kurang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis kompos dan interval panen yang memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan, hasil, dan kualitas hasil buncis tegak pada Inceptisols Jatinangor. Percobaan dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, di Ciparanje Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang pada ketinggian ±750 meter di atas permukaan laut (m dpl), selama bulan Februari – April 2016. Tipe iklim kawasan Jatinangor berdasarkan Oldeman adalah C3. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan 12 kombinasi perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali. Kombinasi perlakuan terdiri dari 4 dosis kompos sebanyak 0 kg, 2.5 kg, 5 kg, dan 7.5 kg per petak serta interval panen setiap 1 hari, 2 hari, dan 3 hari sekali. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan pada persentase polong layak pasar dan tidak layak pasar, dimana pemberian kompos 0 kg dengan interval panen 1, 2, dan 3 hari sekali, serta pemberian kompos 5 kg dan 7.5 kg dengan interval panen 1 hari menghasilkan polong dengan persentase layak pasar tertinggi. Kombinasi terbaik adalah dosis kompos dengan dosis 100% dan interval panen 1 hari.

Kata kunci: Buncis tegak, Inceptisols, interval panen, kompos.


Teks Lengkap:

PDF PDF

Referensi


Alison, F. E. 1973. Soil Organic Matter and Its Role in Crop Production. Amsterdam. Elsevier Scientific Publishing Company. 631 hlm,

Badan Pusat Statistik. 2015. Tabel impor menurut komoditi tahun 2014. Available online at https://www.bps.go.id/all_newtemplate.php. (diakses Desember 2015).

Cahyono, B. 2003. Kacang Buncis: Teknik Budidaya dan Analisis Usaha Tani. Yogyakarta. Penerbit Kanisius. 128 hlm.

Dariah, A., N. L. Nurida., dan Juabedah. 2010. Pemanfaatan pembenah tanah untuk pemulihan tanah terdegradasi yang didominasi fraksi pasir dan liat. Available online at http://balittanah.litbang.pertanian.go.id/. (diakses Januari 2016).

Direktorat Jenderal Hortikultura. 2014. Produksi tanaman sayuran di Indonesia tahun 2009-2013. Available online at http://horti.pertanian.go.id/node/253. (Diakses Desember 2015).

Harris, R.W. 1992. Root-shoot ratios. Journal of Arboriculture 18(1): 39-42.

Lukito, A.M., Mulyono., Y. Tetty., H. Iswanto., dan N. Riawan. 2010. Buku Pintar Budi Daya Kakao. Jakarta. Agro Media Pustaka. 298 hlm.

Murtilaksono, K dan S. Anwar. Potensi, Kendala, dan Strategi Pemanfaatan Lahan Kering dan Kering Masam untuk Pertanian (Padi, Jagung, Kedele), Peternakan, dan Perkebunan Menggunakan Teknologi Tepat Guna dan Spesifik Lokasi. Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal 2014, Palembang 26-27 September 2014.

Nurmayulis., A.A. Fatmawaty., dan D. Andini. 2014. Petumbuhan dan hasil tanaman buncis tegak (Phaseolus vulgaris L.) akibat pemberian pupuk kotoran hewan dan beberapa pupuk organik cair. Agrologia 3(2): 91-96.

Porch, T.G., J.S. Beaver., D.G. Debouck., S.A. Jackson., J.D. Kelly., and H. Dempewolf. 2013. Use of wild relatives and closely related species to adapt common bean to climate change. Agronomy 2:433-461.

Pujisiswanto, H dan D. Pangaribuan. 2008. Pengaruh Dosis Pupuk Kandang Sapi Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Buah Tomat. Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi-II. Universitas Lampung, 17-18 November 2008.

Rajiman. 2015. Penerapan Teknologi di Lahan Sub Optimal. Diakses melalui stppyogyakarta.ac.id. diakses pada 11 Desember 2015.

Sarief, S. 1985. Kesuburan Tanah dan Pemupukan Tanah Pertanian. Bandung. CV. Pustaka Buana.168 hlm.

Setyorini, D., R. Saraswati, dan E.K. Anwar. 2006. Pupuk Organik dan Pupuk Hayati: Kompos. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian. Bogor. Hal 11-40.

Tarigan, S.D. 2008. Efektifitas embung untuk irigasi tanaman hortikultura di Cikakak Sukabumi. Jurnal Tanah dan Lingkungan 10(1): 1-6.

Turuko, M dan A. Mohammed. 2014. Effect of different phosphorus fertilizer rates on growth, dry matter yield and yield components of common bean (Phaseolus vulgaris L.). World Journal of Agricultural Research 2(3): 88-92.




DOI: https://doi.org/10.24198/kltv.v15i2.11888

Article metrics

Abstract views : 0 | views : 0 | views : 0

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Jurnal Kultivasi, All Right © Reserved 2018