Efikasi herbisida oksifluorfen 240 g/l untuk mengendalikan gulma pada budidaya padi sawah (Oryza sativa L)

Uum Umiyati

Abstrak


Tujuan dari percobaan ini adalah menguji keefektifan dari herbisida Oksifluorfen 240 g/l dalam mengendalikan gulma umum pada budidaya padi sawah sistem pindah tanam. Percobaan dilaksanakan di Balai Penelitian Pertanian Desa Barepan Kecamatan Plumbon Kabupaten Cirebon.  Waktu pelaksanaan percobaan dimulai dari bulan  Mei – Agustus 2016. Percobaan dilaksanakan dengan metode eksperimental dengan 7 perlakuan dan 4 ulangan, rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok. Untuk menguji nilai tengah perlakuan yang berbeda digunakan uji lanjut Duncan pada tingkat kepercayaan 95 %. Perlakuan yang diujikan adalah herbisida Oksifluorfen 240 g/l dosis 1.2 l/ha, Oksifluorfen 240 g/l dosis 1.8 l/ha, Oksifluorfen 240 g/l dosis 2.4 l/ha, Oksifluorfen 240 g/l dosis 3 l/ha, Oksifluorfen 240 g/l dosis 3.6 l/ha, penyiangan manual dan kontrol. Hasil Pengamatan bahwa Herbisida Oksifluorfen 240 g/l efektif mengendalikan gulma dominan dan gulma co dominan pada tanaman padi.  Gulma dominan seperti spesies gulma Fimbristylis miliacea, gulma co dominan seperti Ludwegia perrennis, Monochoria vaginalis, Echinochloa colona dan Leptochloa sinensis, dan gulma lainnya sampai pengamatan 7 MSA dengan kisaran dosis 1.2 – 3.6 l/ha l/ha. Herbisida Oksifluorfen 240 g/l dari  kisaran dosis 1,2  l/ha sampai dosis 3.6 l/ha hingga pengamatan 3 MSA tidak memperlihatkan gejala keracunan pada tanaman padi.  Herbisida Oksifluorfen 240 g/l pada dosis 3.6 l/ha menunjukkan tinggi tanaman yaitu 94,23 cm. Herbisida Bellmac 240 EC dengan bahan aktif  Oksifluorfen 240 g/l dengan kisaran dosis 2.4 l/ha – 3.6 l/ha menunjukkan rata-rata berat  kering panen gabah sebesar 15,21 – 15,38 Kg gabah kering /petak.

 

 

Kata Kunci : efikasi, Oksifluorfen 240 g/l, gulma, padi sawah


 


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Badan Pusat Statistik. 2014. Produksi Padi Tahun 2014 (Angka Sementara) Diperkirakan Turun 0,63 persen. Diakses melalui: http://www.bps.go.id/brs/view/id/1122 pada tanggal 6 Juli 2015.

Baltazar A.M., DeDatta S.K. (1992): Weed Management in Rice. Weed Abstracts, 41: 495–507.

Mandal B., De P., De G.C. (2002): Efficiency of Herbal Leaves on Weed Management of Transplanted Kharif Rice. Journal of Interacademicia, 6: 109–112.

Monacco, T.J., S. C. Weller, and F.M. Ashton. 2002. Weed Science : Principle and Practice-Fourth Edition. John Wiley & Son, Inc: New York.

Rao,V.R. 2000. Principle of Weed Science. Publishers. Inc. USA.

Singh R.j., Khush G.S. (2000): Cytogenetics of rice. In: Nanda J.S. (ed.): Rice Breeding and Genetics – Research Research Priorities and Challenges. Science Publishers, Enfield: 287–311.

Zimdahl, R.L. 2007. Fundamentals of weed science. 3th Academic press. Now York.




DOI: https://doi.org/10.24198/kltv.v15i2.11900

Article metrics

Abstract views : 0 | views : 0

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Jurnal Kultivasi, All Right © Reserved 2018