Heritabilitas, variabilitas dan analisis kekerabatan genetik pada 15 genotip pisang (Musa paradisiaca) varietas ambon asal Jawa Barat berdasarkan karakter morfologi di Jatinangor

Ade Ismail, Noladhi Wicaksana, Z. Daulati

Abstrak


Heritabilitas, variabilitas, dan kekerabatan dari suatu populasi sangat penting dalam pera-kitan kultivar unggul pisang. Parameter genetik tersebut merupakan langkah awal dalam suatu kegiatan seleksi pada populasi pisang ambon ini. Tujuan dari penelitian ini adalah mengestimasi nilai hertitabilitas, variabilitas, dan hubungan kekerabatan 15 genotip pisang ambon. Adapun metode penelitian yang digunakan merupakan metode eksperimen dengan tata ruang Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan ulangan dua kali. Penelitian ini dilakukan di Kebun Percobaan Ciparanje, Unpad Jatinangor, dengan ketinggian 753 m di atas permukaan laut (dpl). Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Mei 2013 sampai dengan bulan Februari 2014. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai heritabilitas pada semua karakter 15 genotip pisang ambon memiliki nilai yang rendah yang artinya bahwa lingkungan berpengaruh besar terhadap pertum-buhan dan perkembangan tanaman pisang, sedangkan pengaruh genetiknya kecil. Variabilitas genetik yang luas terlihat pada karakter lebar helai daun dan rhizoma (anakan). Sedangkan variabilitas genetik yang sempit terdapat pada karakter panjang petiole. Karakter lebar helai daun dan rhizoma (anakan) dapat mempermudah efektifnya program seleksi. Kemudian pada analisis kekerabatan genetik dari ke-15 genotip pisang ambon asal Jawa Barat, hanya genotip AB13 yang memiliki kekerabatan genetik yang jauh dari genotip lain, berdasarkan jarak koefisien Euclidian dalam karakter kualitatif.

Kata kunci: Analisis kekerabatan genetik ∙ Heritabilitas ∙ Jawa Barat ∙ Pisang ambon ∙ variabilitas 


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Burton, G.W. dan E.H. De Vane. 1953. Estimating heritability in tall fescue (Festuca arundinacea) from replicated clonal material. Agronomy Journal 45: 478-481.

Dinas Pertanian Jawa Barat, 2013. Sentra Produksi Komoditas Unggulan Jawa Barat dan Unggulan Nasional.

Fehr, W.R. 1987. Principles of Cultivar Develop-ment Theory and Technique. Macmillan Publishing Company. New York.

Hermiati, Nani. 2004. Diktat Dasar Pemuliaan Tanaman. Fakultas Pertanian. Universitas Padjadjaran.Tidak dipublikasikan.

Karmana, M.H., A. Baihaki, G. Satari, T. Danakusuma dan A. H. Permadi. 1990. Variasi genetik sifat-sifat bawang putih di Indonesia. Zuriat, Vol. 01 No. 1 Edisi Januari-Juni 1990.

Prayoga M. K., Ismail A., Haeruman K., Murdaningsih. 2011. Keanekaragaman Jenis Pisang di Jawa Barat. Prosiding pada Seminar Peripi ‘Pemanfaatan Sumber Daya Genetik Lokal Mendukung Industri Perbe-nihan Nasional’ Universitas Padjadja-ran 10 Desember 2011. Bandung.

Rifiantara A., Ismail A., Murdaningsih., Karuniawan A., Nursuhud., Purnama A. 2012. Keanekaragaman hayati pisang ambon (Musa paradisiaca) pada tingkat ekosistem di Jawa Barat. Jurnal Seminar PERIPI.

Robinson, Trevor. 1991. Kandungan Organik Tumbuhan Tinggi. ITB: Bandung, Hal: 71.

Rohlf. F. J. 2001. NTSYpc. Numerical Taxonomy and Multivariate analysis System.Exeter Software, New York USA.

Simmonds NW, Shepherd K. 1955. Taxonomy

and Origins of Cultivated Bananas. J Linn Soc Bot 55:302-312.

Singh, R.K., dan B.D. Chaudhary. 1979. Bio-metrical Methods in Quantitative Genetic Analysis. Kaliyani Publisher. New Delhi.

Stover, R.H., and Simmonds, N.W. 1964. Bananas.Tropica Agriculture Series Third Edition. Longman Scientific & Technical New York. 461p.




DOI: https://doi.org/10.24198/kltv.v14i1.12091

Article metrics

Abstract views : 0 | views : 0

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Jurnal Kultivasi, All Right © Reserved 2018