Respon beberapa klon bibit kina (Chinchona sp) asal setek sambung dua spesies di berbagai media tanam

Yudithia Maxiselly, Ahmad Shohibboniawan, Wawan Sutari, Noladhi Wicaksana, Heri Syahrian

Abstrak


Kina merupakan tanaman yang selama ini dimanfaatkan sebagai obat berbagai penyakit, seperti malaria dan jantung karena memiliki kandungan alkaloid yang beragam. Peningkatan produktifitas tanaman kina dibutuhkan untuk menunjang kuantitas dan kualitas obat bahan alam. Salah satu factor penting dalam kualitas tanaman kina adalah bahan tanam yang baik. Bahan tanam juga didukung dengan kecocokan media tanam. Media tanam yang selama ini digunakan pada pembibitan kina memiliki kendala di bobot media sehingga sulit untuk pendistribusian bibit. Penelitian ini bertujuan mencari media baru yang cocok untuk bahan tanam kina. Bahan tanam menggunakan 6 klon kina succi yang disambung dengan 1 jenis kina ledger pada 5 media tanam. Metode experiment menggunakan RAK sederhana yang diulang 2 kali. Pengamatan meliputi persentasi hidup, tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, dan jumlah tunas yang diamati saat bibit kina berumur 3 bulan. Hasil pengamatan menunjukkanterdapat pengaruh pada presentasi hidup dan diameter batang. Klon 1, 4, dan 5 menunjukkan respon baik diberbagai media tanam pada variable tersebut Hasil penelitian ini menunjukkan adanya potensi media yang dapat menggantikan media tanam kina yang selama ini digunakan.

 

Kata Kunci : C.ledgeriana, C.succirubra, Fluff, Topsoil,


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Badan Litbang Pertanian. 2013. Pengomposan Jerami. Agroinovasi Sinartani. Edisi 22-28 Mei 2013 No.3508 Tahun XLIII di akses pada 6 Nov 2017 di http://www. litbang.pertanian.go.id/download/one/384/file/PENGOMPOSAN-JERAMI.pdf

Dalimoenthe S.L. 2014. Pengaruh media tanam organik terhadap pertumbuhan dan perakaran pada fase awal benih kina (Cinchona ledgeriana Moens) di persemaian. Jurnal Penelitian Teh dan Kina, 17(2), 2014: 57-70

Gaspersz V. 2006. Teknik Analisis Dalam Penelitian Percobaan. Tarsito. Bandung.

Kartawijaya W.S. 1995. Petunjuk Kultur Teknis Tanaman Kina: Syarat Tumbuh. PPTK Gambung.

Maxiselly, Y., M. Ariyanti dan M.A. Soleh. 2017. Respon tanaman kina (Chinchona sp.) fase TBM terhadap berbagai kombinasi pupuk organik dan anorganik di Jatinangor Sume-dang. Jurnal Agrotek Indonesia 2(2) 70-72

Rosniawaty S, IRD. Anjarsari, C. Suherman, dan Y.Maxiselly. 2014. Pemanfaatan limbah pabrik teh sebagai media tanam setek teh di dataran rendah. Prosiding SEMNAS Sistem Pertanian Bioindustri Berkelanjutan UPN Veteran 11 Desember 2014

Sari I.A. dan A.W. Susilo.2012. Keberhasilan sambungan pada beberapa jenis batang atas dan family batang bawah kakao (Theobroma cocoa L.). Pelita Perkebunan 28(2) 2012, 72-81

Sriyadi B. 2007. Seleksi kesesuaian batang atas kina ledger klon QRC dengan batang bawah kina succi klon SG1 dalam pembibitan. Jurnal Penelitian Teh dan Kina 10(3) :99-106

Sukasmono. 1995. Petunjuk Kultur Teknis Tanaman Kina: Pendahuluan. PPTK Gambung.

Tambing Y, E. Adelina, T. Budiarti, dan E. Murniati. 2008. Kompatibilitas batang bawah nangka tahan kering dengan entris nangka asal sulawesi tengah dengan cara sambung pucuk. J. Agroland 15 (2) : 95 - 100,

Widarti B.N, W. K. Wardhini, dan E. Sarwono. 2015. Pengaruh rasio C/N bahan baku pada pembuatan kompos dari kubis dan kulit pisang. Jurnal Integrasi Proses Vol. 5, No. 2 Hal. 75 - 80




DOI: https://doi.org/10.24198/kltv.v16i3.14450

Article metrics

Abstract views : 0 | views : 0

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Jurnal Kultivasi, All Right © Reserved 2018