KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA DALAM PERSPEKTIF ANTROPOLOGI

Khoiruddin Muchtar, Iwan Koswara, Agus Setiaman

Abstract


 
 

Kunci komunikasi yang efektif antar budaya adalah pengetahuan. Hal utama yaitu penting bahwa orang-orang memahami permasalahan yang potensial dari komunikasi antar budaya, dan membuat suatu usaha yang sungguh-sungguh untuk mengatasi permasalahan ini. Dan yang kedua adalah penting untuk berasumsi bahwa sebuah usaha tidak akan selalu sukses, dan melakukan penyesuaian terhadap usaha tersebut dengan perilaku yang sewajarnya.

Sebagai contoh, seseorang perlu selalu berasumsi bahwa ada kemungkinan penting mengenai perbedaan budaya akan menyebabkan permasalahan komunikasi, akan wajar dan layak dimaklumi, dan bukannya menjadi agresif dan bermusuhan, jika permasalahan berkembang. Sering kesalahan menafsir adalah sumber masalah. Maka dalam mengatasi konflik yang sedang memanas adalah untuk berhenti, mendengarkan, dan berpikir. Ini juga membantu dalam komunikasi lintas budaya.

Mendengarkan secara aktif kadang dapat digunakan untuk memeriksa out–by berulang yang didengar, seseorang dapat mengkonfirmasikan bahwa seseorang memahami komunikasi tersebut dengan teliti. Jika kata-kata digunakan berbeda antar bahasa atau kelompok budaya mendengarkan aktif dapat mengabaikan kesalahpahaman Para perantara yang terbiasa dengan kultur keduanya dapat menolong situasi komunikasi antar budaya. Mereka dapat menterjemahkan kedua unsur dan cara dari apa yang dikatakan.

Sebagai contoh, mereka dapat berbicara lebih pelan pada statemen kuat yang akan dipertimbangkan sesuai kultur yang satu tetapi tidak pada kultur yang lain, sebelum mereka diberikan kepada orang-orang dari kultur yang tidak berbicara bersama-sama dalam suatu cara yang kuat. Mereka dapat juga melakukan penyesuaian pemilihan waktu mengenai apa yang dikatakan dan yang dilaksanakan.

Namun kadang-kadang para perantara dapat membuat komunikasi menjadi lebih sulit lagi. Jika perantara memiliki kultur atau kebangsaan yang sama dengan salah satu dari pembantah, tetapi yang lain tidak, ini akan memberikan penampilan yang menyimpang, bahkan ketika tidak ada yang ada. Bahkan ketika penyimpangan tidak diharapkan, adalah umum bagi perantara untuk lebih yang mendukung atau lebih memahamkan orang yang dari kulturnya, karena dia memahami orang tersebut dengan lebih baik. Namun ketika penengah dari sepertiga kelompok budaya, potensi untuk kesalah pahaman antar budaya meningkat lebih lanjut. Dalam hal ini sangat sesuai jika mulai bekerja ekstra tentang proses dan cara menyelesaikan diskusi, seperti waktu ekstra untuk menetapkan dan mengkonfirmasi ulang pemahaman pada tiap-tiap langkah dalam dialog atau proses negosiasi.

References


Agusyanto, Rudi dkk, 2007, Pengantar Antropologi, Jakarta, Universitas Terbuka.

Bungin, Burhan, 2007, Sosiologi Komunikasi, Jakarta, Fajar Interpratama Grafika.

Kuswarno, Engkus, 2008, Etnografi Komunikasi: suatu Pengantar dan Contoh Penelitiannya, Bandung, Widya Padjadjaran.

Koentjaraningrat, 1987, Sejarah Teori Antropologi, UI Press.

Liliweri, Alo, 2005, Prasangka dan Konflik, Komunikasi Lintas Budaya Masyarakat Multikultur, Yogyakarta LKiS.

Liliweri, Alo. Gatra-Gatra Komunikasi Antar Budaya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2001

________, 2003, Makna Budaya dalam Komunikasi Antarbudaya, Yogyakarta: LKIS.

_________, 2004, Dasar-dasar Komunikasi Antarbudaya, Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Leach, Edmund.1976. Culture and Communication, The Logic by which symbols are connected. Cambridge: University Press.

Mulyana, Deddy, dan Jalaluddin Rakhmat. 1996. (Editor) Komunikasi antar Budaya. Panduan berkomunikasi dengan orang-orang berbeda budaya. Bandung: Remaja Rosda Karya.

_________, 2004, Komunikasi Efektif, Suatu Pendekatan Lintasbudaya, Bandung: Remaja Rosda Karya

Nur Syam, 2007, Madzhab-Madzhab Antropologi, Yogyakarta, LKiS.

Samovar, Larry A dan Richard E.Porter,1976, Intercultural Communication : A Reader, California, Wadswoth Publishing Company.


Article metrics

Abstract views : 0 | views : 0

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Manajemen Komunikasi Indexed by:

 

Jurnal Manajemen Komunikasi

Fakultas Ilmu KomunikasiUniversitas Padjadjaran
Jl. Raya Bandung-Sumedang Km. 21 Jatinangor, Sumedang, Indonesia 45363. Telepon: +62227796954; Faksimile: +62227794122

email: jurnalmankomunpad@gmail.com


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats