POTENSI CROWDFUNDING DI INDONESIA DALAM PRAKTIK PEKERJAAN SOSIAL

Wandi Adiansah, Nandang Mulyana, Muhammad Fedryansyah

Abstrak


Setiap lembaga pelayanan sosial pasti membutuhkan dana dalam melakukan berbagai program-program pelayanannya. Secara umum lembaga pelayanan sosial memperoleh pendanaan yang bersumber dari berbagai donatur baik pemerintah, swasta maupun perseorangan. Namun, sering kali dana yang diperoleh dari donatur tersebut tidak mampu menutupi biaya operasional lembaga. Banyak diantara lembaga-lembaga pelayanan sosial yang pada akhirnya gulung tikar karena tersendat aspek pendanaan. Untuk menanggulangi ancaman tersebut, setiap lembaga pelayanan sosial harus memiliki strategi-strategi dalam memperoleh pendanaan (fundraising). Dengan semakin berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi, saat ini di Indonesia mulai berkembang salah satu metode fundraising dengan menggunakan media internet. Metode ini dinamakan metode crowdfunding. Dalam praktik pekerjaan sosial baik dalam setting lembaga pelayanan sosial maupun dalam setting casework seorang pekerja sosial dapat menggunakan metode crowdfunding sebagai salah satu strategi fundraising baik untuk memperoleh dana maupun untuk menghubungkan klien dengan sistem sumber yang tersedia. Dalam hal ini pekerja sosial memainkan perannya sebagai broker.

Kata Kunci


Crowdfunding, Fundraising, Lembaga Pelayanan Sosial, Pekerjaan Sosial, Broker

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Abidin, H., & Kurniawati. (2004). Galang dana ala media: Strategi efektif mengumpulkan sumbangan masyarakat. Jakarta: Piramedia.

Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia. 2014. Data statistik pengguna internet di Indonesia. Diunduh dari http://www.apjii.or.id/v2/read/article/statistik/262/statistik-internet- indonesia-.html pada tanggal 22 Maret 2015 pukul 18.56 WIB.

Gulati, S. (2014, Januari 29). TD Economics. Retrieved from TD Economics: http://www.td.com/document/PDF/economics/special/Crowdfunding.pdf

Kettner, P. M. (2002). Achieving Excelence In The Management of Human Service Organization. Boston: Allyn and Bacon.

Klein, K. (2007). Fundraising for Social Change 5th edition. San Francisco: Jossey-Bass.

Norton, M. (2002). Menggalang Dana: Penuntun Bagi Lembaga Swadaya Masyarakat dan Organisasi Sukarela di Negara-Negara Selatan. (Masri Maris, Penerjemah). Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Saidi, Z., & Hamid, A. (2004). Menjadi bangsa pemurah: Wacana dan praktek kedermawanan sosial di Indonesia. Jakarta: Piramedia.

Suharto, Edi. Tanpa tahun. Peran Pekerja sosial dalam Community Development. Diunduh dari http://www.policy.hu/suharto/modul_a/makindo_34.htm pada tanggal 18 Februari 2015 pukul 20.08 WIB.

Sullivan, Michael. (2006). Crowdfunding. 10 Oktober 2012. http://crowdfunding.pbworks.com/w/page/10402176/Crowdfunding

Z Said, H. A. (2003). Pola dan Strategi Penggalangan Dana Sosial di Indonesia : Pengalaman Delapan Belas Lembaga Sosial. Jakarta: Piramedia.




DOI: https://doi.org/10.24198/jppm.v3i2.13655

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.




Lisensi Creative Commons

Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.