DIVERSIFIKASI PRODUK OLAHAN JAMUR (PLEUROTUS OSTREATUS) SEBAGAI PENINGKATAN PENGETAHUAN KETERAMPILAN DALAM UPAYA MENDUKUNG HIDUP SEHAT : STUDI KASUS RW 05 DESA CIPACING-JATINANGOR

Nurul Annisa

Abstrak


ABSTRAK
Desa Cipacing merupakan salah satu desa yang berada di wilayah perbatasan Jatinangor dan Bandung, tepatnya di Desa Cileunyi Wetan. Aktivitas ekonomi di Desa Cipacing dapat dikatakan menengah ke bawah terlihat dengan adanya UMKM baik dibidang pangan dan non pangan serta terdiri dari beberapa lapisan masyarakat seperti buruh, pelajar, ibu rumah tangga serta wiraswasta. Tujuan dari program ini adalah meningkatkan nilai ekonomis dari jamur dan dilakukan pemberdayaan ibu rumah tangga RW 05 Desa Cipacing sebagai objek sasaran sehingga dapat memiliki keterampilan untuk mengolah jamur menjadi produk pangan berupa nugget jamur tiram serta memulai hidup sehat. Metode yang dilakukan adalah kualitatif dan kuantitatif. Metode kualitatif yaitu observasi partisipatif serta metode kuantitatif dengan menyajikan data grafis dan pengujian statistik dengan metode Mc Nemar analisis dari hasil evaluasi yang dilakukan dalam kegiatan. Hasil penelitian menyatakan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan setelah dilaksanakan penyuluhan dan pendampingan pembuatan nugget jamur (p=0.05 dan ƒ¿=0,05). Diharapkan bahwa dengan penyuluhan tersebut nugget jamur dapat menjadi salah satu referensi masyarakat dalam membuat produk olahan pangan khas warga RW 05 Desa Cipacing sehingga aktivitas ekonomi masyarakat meningkat dan kesejahteraan masyarakat dapat membaik.

ABSTRACT
Cipacing Village is a village which is located at the boarder of Jatinangor and Bandung, exactly in East Cileunyi Village. The economy activities in Cipacing Village run for middle and low society. It could be seen in the presence of UMKM (Small and Medium Enterprises) in food and non-food product and the tradition of some societies such as labors, students, housewives, and entrepreneurs. The aims of this program is to improve the economical values of the mushroom and to empower the housewives in RW 05 of Cipacing Village, as the object of research, could have the skills in processing the mushrooms become food products such as the nugget oyster mushrooms and have the healthy life as well. The method used in this research is qualitative and quantitative method. The qualitative method is carried out by doing participative observation. Meanwhile, the quantitative method is carried out by presenting a grafical data and statistical testing by using Mc. Nemar analysis method from the evaluation result of the activities. The result of the research shows that there is a significant effect after doing a counseling and a mentoring in making the mushroom nugget (p=0.05 and . 0.05). It is expected that by doing the counseling and the mentoring the mushroom nugget could be one of the society references in making a special or typical processed food product of RW 5 residents of Cipacing Village, so that the economy activities could increase and the community welfare could improve.


Kata Kunci


Kata Kunci: Desa Cipacing, Pemberdayaan, Nugget Jamur, Hidup Sehat. Keywords: Cipacing Village, empowerment, mushroom nugget, healthy life

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


DAFTAR PUSTAKA

Andaruni, H. 2014. Pengaruh Proporsi Daging Ikan Patin (Pangasius Hypothalamus) Dan Penambahan Bayam (Amaranthus

Spp) Terhadap Tingkat Kesukaan Nugget. E-Journal Boga 3 (3):125-130.

Ashriyyah, A. 2015. Eksperimen Pembuatan Dendeng Giling Jamur Tiram (Pleurotus Ostreanus) Substitusi Ikan Lele. Semarang: Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang.

Departemen Kesehatan RI. 1996. Komposisi Kimia Daging Ayam. Jakarta: Depkes RI.

French, S., Story, M., Sztainer, D., & Fulkerson. 2001. Fast Food Restaurant Use Among Adolescent: Associations With Nutrient Intake, Food Choice And Behavioral And Psychosocial Variables. International Journal Of Obesity 25:1823-1833.

Imanuddin, A. 2016. Desa Cipacing. Sumedang Tandang:

Http://Sumedangtandang.Com/Direktori/Detail/Desa-Cipacing.Htm (diakses pada 10 Januari 2018).

Iverson. 2001. Memahami Keterampilan Pribadi. Bandung: CV. Pustaka.

Kasryno, E. 1993. Aneka Macam Produk. Jogjakarta: Kanisius.

Maulana, S. 2012. Panduan Lengkap Bisnis Dan Budi Daya Jamur Tiram. Jogjakarta: Lily Publisher.

Muchtadi, D. 2010. Teknik Evaluasi Nilai Gizi Protein. Bandung: Alfabeta.

Nurmalia, & Rustanti, N. 2011. Nugget Jamur Tiram Sebagai Makanan Alternatif Siap Saji Rendah Lemak Dan Protein Serta Tinggi. Semarang: Program Studi Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro.

Riyadi. 2003. Kebiasaan Makan Masyarakat Dalam Kaitannya Dengan Penganekaragaman Konsumsi Pangan: Prosiding Simposium Pangan Dan Gizi, Serta Kongres Iv Pangan Dan Gizi Indonesia. Jakarta.

Saragih, R. 2015. Nugget Jamur Tiram (Pleurotus Ostreatus) Sebagai Alternatif Pangan Sehat Vegetarian. Jurnal Kesehatan Dan Lingkungan 2:90.

Suyastiri, N. 2008. Diversifikasi Konsumsi Pangan Pokok Berbasis Potensi Lokal Dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan Rumah Tangga Pedesaan Di Kecamatan Semin, Kabupaten Gunung Kidul. Jurnal Ekonomi Pembangunan 1:51-60.

Wardani, C. 2014. Kadar Protein Jamur Tiram Putih (Pleurotus Ostreatus) Pada Media Campuran Serbuk Gergaji, Ampas Tebu Dan Arang Sekam. Solo: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Surakarta




DOI: https://doi.org/10.24198/jppm.v4i3.15718

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.

Lisensi Creative Commons

Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.