ANALISIS PROSES PRODUKSI COKELAT SKALA UKM

Sukrisno Widyotomo

Abstrak


 

Salah satu upaya strategi untuk mengurangi ketergantungan harga cokelat di pasar internasional adalah dengan perluasan pasar dan diversifikasi produk hilirnya. Kapasitas produksi dirancang berdasarkan jumlah produk cokelat optimum yang dihasilkan per hari dengan formulasi standar. Analisis proses dilakukan terhadap alur proses yang sinambung untuk menghasilkan pasta cokelat, bubuk kakao dan produk samping berupa kulit biji tanpa adanya penumpukan bahan di salah satu tahapan proses. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk mencegah terjadinya penumpukan bahan (bottle neck) dalam satu alur proses, maka diperlukan pengempa lemak kakao, kabinet tempering bungkil, mesin refining, mesin choncing dan kabinet tempering pasta masing-masing sebanyak 2, 17, 3, 7 dan 5 unit. Dengan asumsi umur ekonomis selama 10 tahun, harga biji kakao kering terfermentasi Rp 25.000,-/kg, harga bubuk kakao murni Rp 75.000,-/kg kemasan, dan formula cokelat Rp 90.000,-/kg, maka diperoleh nilai ROI, BC Ratio, dan NPV (nett present value) masing-masing sebesar  7,4 tahun; 1,45; dan Rp 6.495.903.815,-. Terindikasikan bahwa mutu bubuk kakao dan formula cokelat yang dihasilkan baik dan dapat diterima oleh konsumen.

         

Kata kunci : Kakao, Cokelat, Proses produksi, Skala UKM


Article metrics

Abstract views : 0

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Member of :