KONTRIBUSI PLASMA NUTFAH TEH DALAM MENDUKUNG KEBERLANJUTAN TEH INDONESIA

Putri Maudi Kusnaedi, Ernah Tgm, Kralawi Sita

Abstrak


Abstrak

Teh merupakan salah satu komoditas ekspor utama Indonesia yang telah berkontribusi pada devisa negara. Konsumsi teh dunia, yang meningkat selama dekade terakhir, perlu diimbangi dengan kemampuan untuk memenuhi pasokan teh. Masalah di perkebunan teh dapat mengurangi daya saing teh Indonesia dan menimbulkan ancaman serius bagi 1,3 juta orang yang perekonomiannya bergantung pada komoditas teh. Penggunaan varietas unggul dapat meningkatkan kualitas teh dan menjadi solusi untuk mempertahankan daya saing komoditas teh Indonesia. Efisiensi perakitan varietas teh unggul baru perlu didukung oleh ketersediaan sumber gen dari koleksi plasma nutfah. Pengelolaan plasma nutfah teh diperlukan untuk melestarikan sumber daya genetik dan memastikan keberlanjutan varietas unggul tanaman teh Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai guna langsung dan nilai guna tidak langsung plasma nutfah teh. Lokasi penelitian berada di perkebunan percobaan Lembaga Penelitian Teh dan Cinchona Gambung. Metode analisis yang digunakan adalah Nilai Ekonomi Total (TEV). Nilai ekonomi total kebun plasma nutfah teh di PPTK Gambung mencapai sekitar Rp167 miliar, didominasi oleh nilai guna langsung. Hasil ini menegaskan pentingnya valuasi ekonomi dalam mendukung pelestarian plasma nutfah dan keberlanjutan perkebunan teh.

Kata Kunci : Plasma Nutfah, Teh, Nilai Ekonomi Total, Keberlanjutan.

Abstract

Tea is one of Indonesia's leading export commodities that has contributed to the country's foreign exchange. World tea consumption, which has increased over the last decade, needs to be accompanied by the ability to fulfill tea supply. Problems in tea plantations can reduce the competitiveness of Indonesian tea and pose a serious threat to the 1.3 million people whose economy depends on tea commodities. The use of high-yielding varieties can improve tea quality and become a solution to maintain the competitiveness of Indonesian tea commodities. The efficiency of the assembly of new superior varieties of tea needs to be supported by the availability of gene sources from germplasm collections. Tea germplasm management is needed to preserve genetic resources and ensure the sustainability of superior varieties of Indonesian tea plants. This study aims to determine the direct use value and indirect use value of tea germplasm. The research location was in the experimental plantation of the Research Institute for Tea and Cinchona Gambung.  The analysis method used was Total Economic Value (TEV). The total economic value of the tea germplasm plantation at PPTK Gambung was estimated at approximately IDR 167 billion, predominantly derived from direct use values. This finding underscores the importance of comprehensive economic valuation in supporting tea germplasm conservation and ensuring the long-term sustainability of tea plantations.

Keywords: Germplasm, Tea, Total Economic Value, Sustainability.


Teks Lengkap:

280-292

Referensi


Afza, H. (2016). Peran Konservasi Dan Karakterisasi Plasma Nutfah Padi Beras Merah Dalam Pemuliaan Tanaman. Jurnal Litbang Pertanian, 35(3), 141–153. https://doi.org/10.21082/jp3.v35n3.2016.p143-153

Anjarsari, I. R. D. (2016). Katekin teh Indonesia : prospek dan manfaatnya.

Asadi, M. A., & Andrimida, A. (2017). Valuasi Ekonomi Ekosistem Terumbu Karang Bangsring, Bayuwangi, Indonesia. Ecsofim: Economic and Social of Fisheries and Marine Journal, 4(02), 144–152.

Basorudin, M., Rizqi, A., Murdaningrum, S., & Maharani, W. (2019). Kajian Persebaran Komoditas Teh: Pengembangan Kawasan Perkebunan Teh Di Provinsi Jawa Barat. Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian, 15(3), 205.

BPS. (2020). Statistik Teh Indonesia 2020. In Nucl. Phys. (Vol. 13, Issue 1).

Dahamarudin, L., & Nurdin, M. (2009). Eksplorasi Dan Konservasi Ex-Situ Plasma Nutfah Ubikayu Sebagai Upaya Mewujudkan Ketahanan Pangan Di Maluku. Jurnal Agrotropika, 14(2), 73–80.

Elpawati, E., & Utama, B. (2021). Daya Saing Teh Hitam Ekspor Indonesia Di Perdagangan Internasional. Sharia Agribusiness Journal, 1(2), 135–152. https://doi.org/10.15408/saj.v1i2.22283

Eskundari, R. D. (2020). Budidaya Jaringan Tanaman Teh di Indonesia. Jurnal Biologi Makasar, 5(2), 121–130.

FAO. (2014). Genebank Standards for Plant Genetic Resources for Food and Agriculture (Rev. ed.). Food and Agriculture Organization.

FAO United Nations. (2022). International tea market : market situation , prospects and emerging issues. FOOD AND AGRICULTURE ORGANIZATION OF THE UNITED NATIONS, 1–11. https://www.fao.org/3/cc0238en/cc0238en.pdf

Khomaeni, H. S., Rahadi, V. P., Wicaksana, N., Rostini, N., Carsono, N., Pusat, P., & Teh, P. (2016). Identifikasi kandungan katekin dan derivatnya pada klon aksesi kolerasi plasma nutfah teh Identification of catechin content and its derivates of tea germplasm collection clones.

Lugina, M., Indartik, & Aulia Pribadi, M. (2019). Valuasi Ekonomi Ekosistem Mangrove Dan Kontribusinyaterhadap Pendapatan Rumah Tangga : Penelitian Sosial Dan Ekonomi Kehutanan, 16(3), 197–210.

Martono, B., Falah, S., & Nurlaela, E. (2016). KETINGGIAN TEMPAT Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar Jalan Raya Pakuwon Km 2 Parungkuda , Sukabumi 43357 Indonesia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam , Departemen Biokimia , Institut Pertanian Bogor Jalan Agatis Gd . Fapet , Lantai . 53–60.

Martono, B., & Udarno, L. (2014). Keragaman Genetik Beberapa Genotipe Teh Berdasarkan Penanda RAPD (Random Amplified Polymorphic DNA). Jurnal Tanaman Industri Dan Penyegar, 1(1), 1. https://doi.org/10.21082/jtidp.v1n1.2014.p1-6

Maurizky, D., & Ernah, E. (2021). Perkembangan Agribisnis Teh Selama Pandemi Covid – 19 di PTPN VIII Kebun Kertamanah, Pangalengan, Jawa Barat. Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian, 18(1), 1–14. https://doi.org/10.20956/jsep.v18i1.15280

Mayasari, V. F., Pribadi, R., & Soenardjo, N. (2021). Valuasi Ekonomi Ekosistem Mangrove di Desa Timbulsloko Kecamatan Sayung Kabupaten Demak. Buletin Oseanografi Marina, 10(1), 42–50. https://doi.org/10.14710/buloma.v10i1.31359

PPTK. (2006). Petunjuk Kultur Teknis Tanaman Teh (3rd ed.). Pusat Penelitian Teh dan Kina.

PPTK. (2008). Petunjuk Teknis Pengolahan Teh (2nd ed.). Pusat Penelitian Teh dan

Prayoga, M. K., Syahrian, H., & Rahadi, V. P. (2022). Pemanfaatan Kultur In vitro untuk Konservasi Plasma Nutfah Utilization of In vitro Culture for

Rahadi, V. P., Khomaeni, H. S., Chaidir, L., & Martono, B. (2016). Keragaman dan Kekerabatan Genetik Koleksi Plasma Nutfah Teh Berdasarkan Karakter Morfologi Daun dan Komponen Hasil. Jurnal Tanaman Industri Dan Penyegar, 3(2), 103. https://doi.org/10.21082/jtidp.v3n2.2016.p103-108

Rospita, J., Zamdial, Z., & Renta, P. P. (2017). Valuasi Ekonomi Ekosistem Mangrove Di Desa Pasar Ngalam Kabupaten Seluma. Jurnal Enggano, 2(1), 115–128. https://doi.org/10.31186/jenggano.2.1.115-128

Ruitenbeek, H. J. (1992). Mangrove Management: An Economic Analysis of Management Options with a Focus on Bintuni Bay, Irian Jaya. In Japanese

Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. ALFABETA.

Sumarno, N., & Zuraida, N. (2016). Pengelolaan Plasma Nutfah Tanaman Terintegrasi dengan Program Pemuliaan. Buletin Plasma Nutfah, 14(2), 57.

Suprihatini, R., Sokoastri, V., Srimulyatni, A., Setiadi, D., & Mawardhi, A. D. (2021). Prioritas Kebijakan Komoditas Teh untuk Penyelamatan Perkebunan Teh Nasional. Radar DePlantation.Com, 2:02(2), 2021. https://www.pertanian.go.id/home/?show=page&act=view&id=61

Suzana, B. O. L., Timban, J., Kaunang, R., & Ahmad, F. (2011). Valuasi Ekonomi Sumberdaya Hutan Mangrove Di Desa Palaes Kecamatan Likupang Barat Kabupaten Minahasa Utara. Agri-Sosioekonomi, 7(2), 29. https://doi.org/10.35791/agrsosek.7.2.2011.89

Tjokrokusumo, O. D. S. (2004). Konservasi Plasma Nutfah Secara In Vitro. 5(2), 1993–1996.

Utomo, F. N., Supyandi, D., Syamsiyah, N., & Ernah, E. (2020). Economic value of Bandung Orchid Forest, West Java. Sustinere: Journal of Environment and Sustainability, 4(2), 79–93. https://doi.org/10.22515/sustinere.jes.v4i2.102

Widiastuti, M. M., Ruata, N. N., & Arifin, T. (2016). Valuasi Ekonomi Ekosistem Mangrove Di Wilayah Pesisir Kabupaten Merauke. Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan Dan Perikanan, 11(2), 147–159. https://doi.org/10.15578/jsekp.v11i2.3856

Yunitasari, D., Zainuri, & Masfufah, K. (2020). Analisis Valuasi Ekonomi Berdasarkan Perhitungan Total Economic Value Ekosistem Mangrove di Desa Banyuurip Kabupaten Gresik. Media Trend: Berkala Kajian Ekonomi Dan Studi Pembangunan, 15(2), 345–358.

Zellatifanny, C. M., & Mudjiyanto, B. (2018). The type of descriptive research in communication study. Jurnal Diakom, 1(2), 83–90.




DOI: https://doi.org/10.24198/agricore.v11i1.71502

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##