PARADOKS KEDAULATAN DIGITAL INDONESIA DI TENGAH DOMINASI PLATFORM GLOBAL

Rina Mega Zerlina

Abstrak


Penelitian ini mengkaji respons negara Indonesia terhadap dominasi platform digital global dalam konteks kedaulatan digital. Permasalahan utama terletak pada ketimpangan relasi kekuasaan antara negara dan korporasi teknologi global yang menguasai data, infrastruktur, dan arus informasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana Indonesia mampu mempertahankan kedaulatan digital di tengah tekanan tersebut. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif-analitis dengan teknik studi kepustakaan, serta dianalisis menggunakan kerangka kedaulatan digital dan surveillance capitalism. Hasil penelitian menunjukkan bahwa respons Indonesia bersifat adaptif melalui instrumen regulasi, pembangunan infrastruktur, dan intervensi ekonomi digital, namun belum mampu mengubah struktur dominasi platform global secara fundamental. Selain itu, keterbatasan kapasitas teknologi, keamanan data, dan sumber daya manusia memperlemah efektivitas kebijakan yang diambil. Kesimpulannya, kedaulatan digital Indonesia masih berada pada tahap normatif dan regulatif, di mana negara memiliki otoritas formal tetapi belum memiliki kontrol substantif atas ekosistem digital. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kapasitas domestik dan strategi struktural untuk mengurangi ketergantungan terhadap sistem digital global.

 

This study examines the Indonesian state’s response to the dominance of global digital platforms within the context of digital sovereignty. The main problem lies in the asymmetrical power relations between the state and global technology corporations that control data, infrastructure, and information flows. This research aims to analyze the extent to which Indonesia is able to maintain its digital sovereignty under such pressures. The study employs a qualitative descriptive-analytical approach using library research, analyzed through the frameworks of digital sovereignty and surveillance capitalism. The findings reveal that Indonesia’s response is adaptive, reflected in regulatory measures, infrastructure development, and digital economic interventions, yet it has not fundamentally altered the structural dominance of global platforms. Moreover, limitations in technological capacity, data security, and human resources weaken the effectiveness of these policies. It is concluded that Indonesia’s digital sovereignty remains at a normative and regulatory stage, where the state retains formal authority but lacks substantive control over the digital ecosystem. Therefore, strengthening domestic capacity and adopting structural strategies are essential to reduce dependency on the global digital system.


Kata Kunci


Diplomasi Digital, Hegemoni Platform, Kedaulatan, Surveillance Capitalism

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Adiatussalik, H., Nur, D., Sari, P., & Septimar, Z. M. (2024). Pengaruh Durasi Intensitas Social Media Addiction Terhadap Kejadian Insomnia. Gudang Jurnal Ilmu Kesehatan, 2, 233–237.

Anjani, D., & Putri, K. (2026). How Big Tech Determines the State ’ s Digital Sovereignty : A Comparative Study of India and Indonesia. 14(2).

Anjelina, D. (2023). Pembelajaran Bagi Indonesia Dalam Pengembangan Pertahanan Siber The Phenomenon Of Russian Cyber Attacks On Ukraine : Lessons For Indonesia In Cyber Defense Development. Pertahanan Dan Bela Negara, 231–241.

Azhar Zaelany, F., Riswanti Putranti, I., Soedarto, J. H., & Semarang, K. (2023). Pelanggaran Privasi Dan Ancaman Terhadap Keamanan Manusia Dalam Kasus Cambridge Analytica. Journal of International Relations, 9(1), 125–137.

Darmawan, A. B., Saadah, K., & Soedirman, U. J. (2023). Kedaulatan Negara dalam Kepemilikan Data Digital : Analisis Langkah Strategis Australia Menghadapi Facebook dan Google. 16(1), 211–228.

Dharta, F. Y., Sianturi, H. R. P., Wahyudin, U., Anggara, R., & Esabella, S. (2026). Digital rehegemony and the cultural politics of child protection in Indonesia. Social Semiotics, 1–17. https://doi.org/10.1080/10350330.2026.2637879

Fattah, R., Rozzaaq, A., Estu, R. B., Firza, S. A., & Hakim, L. (n.d.). Penerapan Teknologi 4.0 Dalam Industri PT. GOTO Gojek Tokopedia Tbk : IOT, AI, dan CLOUD COMPUTING 1.

Gumati, M. (2024). Digital Sovereignty and State Power : Indonesia ’ s Approach to Digital Platforms Regulation. Jurnal Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik.

Hidayat, S., & Radyawanto. (2025). Kemandirian Siber Indonesia : Tantangan. International Journal Of Social And Management Studies (IJOSMAS), 6(5), 98–102.

Komdigi. (2025). Pedoman Monitoring Media untuk Aktivitas Kehumasan Pemerintah.

Kurnia, A. C., Salfutra, R. D., Hukum, F., & Bangka, U. (2025). Pengendalian Data Pribadi Dan Ruang Siber Oleh Platform Digital Big Data Global Terkait Kedaulatan Digital Indonesia. Progresif, Jurnal Hukum, 1, 70–80.

Kurnianingrum, D., Yuniarsih, T., & Siti, H. (2021). Penggunaan Teknologi dalam Pengelolaan SDM dari Mitra Driver Gojek The Use Of Technology In HRM From Gojek Driver Partners. Jurnal Manajemen Transportasi & Logistik, 08(01), 65–74.

Mbukut, A. (2024). Media Sosial dan Orientasi Diri Generasi Muda Indonesia Ditinjau dari Pemikiran Yuval Noah Harari. Jurnal Filsafat Indonesia, 7(1), 1–10.

Mirnayanti, Maskum, & Judhariksawan. (2023). Analisis Pengaturan Keamanan Data Pribadi Di Indonesia. Jurnal Living Law, 15, 16–30.

Mustakim. (2024). Analisis Penggunaan Teknologi Cloud Computing Dalam Manajemen Data di Perusahaan. Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat, 4(5), 1313–1320. https://doi.org/10.59141/comserva.v4i5.1557

Negara, S. D. (2025). The political economy of Indonesia-China digital cooperation. China International Strategy Review, 7(2), 320–339. https://doi.org/10.1007/s42533-025-00197-6

Neuman, L. (2002). Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Approaches. In Teaching Sociology (Vol. 30, Issue 3). https://doi.org/10.2307/3211488

Nursyahbani, C., & Pusari, R. W. (2026). Perlindungan Anak Berbasis Hak di Ruang Digital : Systematic Literature Review terhadap Risiko dan Strategi Perlindungan. 15(1), 69–81. https://doi.org/10.26877/paudia.v15i1.3192

Pongrekun, D., Sudirman, A., Setiabudi, W., & Bainus, A. (2026). Digital sovereignty in the Global South: Indonesia’s cyber governance be- tween global power and national autonomy. Research Journal in Advanced Humanities, 7(1), 1–15.

Ridlo, M., Ivanka, A., Istiqomah, O., & Aji, W. (2023). Analisis Pengaruh Penutupan Tiktok Shop Terhadap Daya Jual. Prosiding Seminar Nasional Kemahasiswaan, 57–63.

Suleiman, A. (CIPS). (2021). Kajian Pemenuhan Akses Terhadap Data dan Sistem dari PSE (Issue 39).

Susanti, W., & Putri, R. N. (2020). Penerapan Cloud Computing Sebagai Media Pembelajaran Berbasis Online Masa Pandemi COVID-19. Journal Of Information System And Informatics Engineering, 4(1), 56–61.

Tarumingkeng, R. (2026). Rudy C Tarumingkeng : Kedaulatan Data dan Ekonomi Digital Indonesia © RudyCT Academic Series.

Wantania, Z. J. (2025). (Analysis of The Development of Legal Protection For Personal Data Security In The Digital Era). RechtsVinding Media Pembinaan Hukum Nasional, 14(87), 179–194.

Wibisono, I. W., & Internasionali, H. (2024). Ancaman Siber Dan Penguatan Kedaulatan Digital Indonesia Dari. 3(2), 83–93.

Zuboff, S. (2019). Surveillance Capitalism and the Challenge of Collective Action. https://doi.org/10.1177/1095796018819461




DOI: https://doi.org/10.24198/jane.v18i1.70383

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


JANE (Jurnal Administrasi Negara) Terindeks Di :

 Bielefeld Academic Search Engine (BASE)