Pengaruh Internalisasi Stigma Terhadap Kecenderungan Depresi pada Perempuan Berstatus Not in Employment, Education, or Training (NEET)

Athira Izzah Auliya, Muhammad Nur Hidayat Nurdin, Perdana Kusuma

Abstrak


Perilaku diskriminatif akibat stereotipe sosial yang mengaitkan status NEET (not in employment, education, or training) dengan kelemahan karakter, seperti pemalas atau kurang berusaha merupakan stigmatisasi terhadap NEET. Apabila terinternalisasi, stigma tersebut dapat menjadi faktor risiko yang signifikan terhadap munculnya kecenderungan depresi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh internalisasi stigma terhadap kecenderungan depresi pada perempuan berstatus NEET. Peneliti merekrut sebanyak 201 perempuan dewasa awal (usia 18–40 tahun) yang berstatus NEET di Kota Makassar melalui teknik snowball sampling. Internalisasi stigma diukur menggunakan Self-Stigma Scale-Short (SSS-S) dan kecenderungan depresi diukur menggunakan Beck Depression Inventory II (BDI-II). Pengujian hipotesis dilakukan dengan menghitung analisis regresi linier sederhana antarvariabel. Hasil menunjukkan adanya pengaruh internalisasi stigma terhadap kecenderungan depresi pada perempuan berstatus NEET (R2 = .52, F(1,199) = 211.304, p < .05). Peningkatan internalisasi stigma dikaitkan dengan kecenderungan depresi yang lebih tinggi. Selain itu, internalisasi stigma yang lebih tinggi ditemukan pada perempuan berstatus NEET yang belum menikah. Hasil penelitian ini menekankan pentingnya deteksi dini dan penanganan kecenderungan depresi pada perempuan berstatus NEET serta mengurangi internalisasi stigma demi menjaga kesehatan mental.

 

The Influence of Internalized Stigma on Depressive Tendencies Among Women with NEET Status

 

Abstract

Discriminatory behavior rooted in social stereotypes that associate NEET (not in employment, education, or training) status with character flaws, such as laziness or a lack of effort, constitutes stigmatization of individuals with NEET status. When internalized, such stigma may become a significant risk factor for depressive tendencies. This study aimed to examine the effect of internalized stigma on depressive tendencies among women with NEET status. A total of 201 emerging adult women (aged 18–40 years) with NEET status in Makassar were recruited using snowball sampling technique. Internalized stigma was measured using the Self-Stigma Scale-Short (SSS-S), while depressive tendencies were assessed using the Beck Depression Inventory–II (BDI-II). The hypothesis was tested using simple linear regression analysis. The results indicated that internalized stigma predicted depressive tendencies among women with NEET status (R² = .52, F(1, 199) = 211.304, p < .05). Higher levels of internalized stigma were associated with greater depressive tendencies. In addition, unmarried women with NEET status reported higher levels of internalized stigma. These findings highlight the importance of early detection and intervention for depressive tendencies among women with NEET status, as well as efforts to reduce internalized stigma to promote mental well-being.

 


Kata Kunci


internalisasi stigma, kecenderungan depresi, status NEET

Teks Lengkap:

PDF


DOI: https://doi.org/10.24198/jpsp.v10i2.66601

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##

##submission.license.cc.by-sa4.footer##

Jurnal ini terideks di:


width= width=  width= width=  width=