REVITALISASI PASAR SARWOASRI DAN PARISUKO: PENATAAN LAPAK DAN INOVASI PRODUK KULINER UNTUK MENINGKATKAN PEREKONOMIAN
Abstrak
This Community Service program is titled "Revitalization of Sarwoasri and Parisuko Markets: Stall Arrangement and Culinary Product Innovation to Improve the Economy." Culinary markets are crucial to the local economy and serve as community hubs. Revitalizing them restores their function as both economic centers and cultural spaces. This program consists of several stages: analyzing traders' needs, rearranging stalls to make them more strategic and attractive, providing workshop-based digital marketing training, and developing culinary product innovations. The needs analysis identifies the traders' main problems. The stall rearrangement creates a more organized, comfortable, and attractive market environment. The digital marketing training helps traders use social media and digital platforms to promote sales. Culinary product innovation enhances product quality, hygiene, variety, and packaging to better match market preferences, thereby adding value and appeal. These activities lead to significant improvements in market management, product quality, and the traders' marketing skills. Besides providing economic benefits, the revitalization also strengthens local identity by making the market a space for social and cultural interaction. The program increases traders' income in the short term and supports sustainable economic development in the long term. Evaluation and monitoring are conducted regularly to ensure the program's sustainability and to provide recommendations for further market development.
Program kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dilaksanakan pada kelompok Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berfokus pada pengelolaan pasar kuliner. Pasar kuliner memiliki peran penting dalam perekonomian lokal serta berfungsi sebagai tempat interaksi sosial dan budaya masyarakat. Oleh karena itu, revitalisasi pasar kuliner menjadi langkah penting untuk mengembalikan fungsinya, tidak hanya sebagai pusat transaksi ekonomi, tetapi juga sebagai ruang budaya yang mempererat hubungan masyarakat. Program ini dilaksanakan melalui beberapa tahap, antara lain analisis kebutuhan pedagang, penataan kembali lapak yang strategis dan menarik, pelatihan berbasis workshop mengenai pemasaran digital, dan inovasi produk kuliner. Analisis kebutuhan bertujuan untuk mengidentifikasi masalah utama yang dihadapi oleh pedagang, sementara penataan lapak bertujuan menciptakan lingkungan pasar yang lebih teratur, nyaman, dan menarik bagi konsumen. Pelatihan digital marketing dirancang untuk meningkatkan keterampilan pedagang dalam memanfaatkan media sosial dan platform digital sebagai alat promosi penjualan. Inovasi produk kuliner difokuskan pada peningkatan kualitas, kebersihan, variasi, serta kemasan yang sesuai dengan selera pasar, sehingga produk-produk tersebut memiliki nilai tambah dan daya tarik yang lebih tinggi. Berdasarkan survei kepuasan pedagang, observasi di lapangan, dan checklist data pengunjung yang dikelola manajemen pasar, didapati data yang cukup memuaskan, Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengelolaan pasar, kualitas produk, serta keterampilan pedagang dalam memasarkan produk secara modern. Selain manfaat ekonomi, revitalisasi ini juga berdampak pada penguatan identitas lokal, karena pasar kembali berfungsi sebagai ruang interaksi sosial dan budaya masyarakat. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya memberikan dampak jangka pendek berupa peningkatan pendapatan pedagang, tetapi juga memberikan kontribusi jangka panjang terhadap pembangunan ekonomi berkelanjutan. Evaluasi dan monitoring dilakukan secara berkala untuk memastikan keberlanjutan program serta merumuskan rekomendasi pengembangan pasar kuliner.
Kata Kunci
Teks Lengkap:
PDFReferensi
Ambarini, L., Trisnawati, N., & Marhalinda, M. (2024). Inovasi Produk Pada UMKM Bisnis Kuliner Di Pasar Pagi Pejuang Bekasi. IKRA-ITH ABDIMAS, 8(1), 258–264.
Barr, J. K., & Steinberg, M. K. (1983). Professional Participation In Organizational Decision Making: Physicians In HMOs. Journal of Community Health, 8(3), 160–173.
Febriyantoro, M. T., & Arisandi, D. (2018). Pemanfaatan Digital Marketing Bagi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Pada Era Masyarakat Ekonomi ASEAN. JMD: Jurnal Riset Manajemen & Bisnis Dewantara, 1(2), 61–76.
Holt, D. B. (2004). How brands become icons: The principles of cultural branding. harvard business press.
Kristiana, Y. (2018). Aplikasi Perjalanan dan Perilaku Wisatawan. Jurnal Pariwisata Pesona, 3(1). https://doi.org/10.26905/jpp.v3i1.2022
Nikmah, M., & Siswahyudianto, S. (2022). Strategi Diferensiasi untuk Menciptakan Keunggulan Kompetitif pada UMKM Catering Pawon Gusti Desa Surondakan Kecamatan Trenggalek Kabupaten Trenggalek. Jurnal Manajemen Dan Bisnis Madani, 4(1), 66–82.
Prasetyo, E., Firdiyani, F., & Machrunnisa, M. (2025). Pemberdayaan Masyarakat Desa Karangtengah Dalam Menghadapi Transformasi Digital: Implementasi Smart Village. Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 8(1), 78–92.
Robbins, S. P., & Judge, T. A. (2013). Organizational Behavior, 15th. Shahrivar, 13, 1393.
Sunarjo, W. A., Ilmiani, A., & Ardianingsih, A. (2019). Analisis SWOT Sebagai Pengembangan UMKM Berbasis Ekonomi Kreatif Destinasi Pariwisata Batik Kota Pekalongan. Jurnal Pena, 33(2), 34–43.
Tadjuddin, & Mayasari, N. (2019). Strategi pengembangan umkm berbasis ekonomi kreatif di kota palopo. Dinamis- Journal of Islamic Management and Bussines, 2(1), 9–22.
Tampubolon, H., Indriani, D., & Karsono, B. (2024). Pola Pemanfaatan Ruang Pada Pasar Tradisional Balige. Jurnal MESIL (Mesin Elektro Sipil), 5(1), 50–58.
Udiyasa, K. (2023). Kolaborasi Triple Helix dalam Program Inovasi Desa: Mendorong Ekonomi Berbasis Pengetahuan di Desa Poka, Kota Ambon. Populis: Jurnal Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, 18(1), 32–49.
Van Doleweerd, E., & Bruns Alonso, M. (2023). The Creation of a Holistic Interactive Dining Experience with Shape-Changing Food Materials at Restaurant Alchemist. Proceedings of the Seventeenth International Conference on Tangible, Embedded, and Embodied Interaction, 1–13. https://doi.org/10.1145/3569009.3572791
Wisnubroto, M. P., & Yulianto, K. (2025). Pelatihan dan Pendampingan Pembuatan Business Model Canvas pada Usaha Konveksi Johor Production Kota Medan. Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 8(1), 58–67.
Zainol, R., Roslan, F. F., Azali, N. S., Rosni, N. A., & Chang, L. W. (2022). Triple Helix Model In Handling Challenges to The Informal Economic Activities. Planning Malaysia, 20.
Refbacks
- Saat ini tidak ada refbacks.
Kumawula: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Terindeks Di:
















