SMART FOOD, SMART CONTENT: LITERASI PANGAN DAN KONTEN DIGITAL UNTUK KETAHANAN KOMUNITAS DI WILAYAH BENCANA
Abstrak
This Community Service Program originated from the issue of low levels of food literacy and media literacy among communities living in disaster-prone areas such as Pekayon, West Bekasi (Indonesia), and Hualien (Taiwan). Limited understanding of food labeling and the widespread dissemination of misinformation on social media make these communities vulnerable to the risks of unsafe food consumption and uninformed decision-making. The program aims to strengthen community resilience through education on food security, enhancement of food label comprehension, and training in the production of educational digital content. The implementation method employed a participatory and cross-disciplinary collaborative approach between Food Science and Communication Studies, encompassing public outreach, joint seminars with industry partners, and social media content creation workshops. The results indicate a significant improvement in participants' understanding of the importance of reading food labels, alongside increased critical awareness of the role of digital media in promoting healthy food campaigns. Participants also demonstrated fundamental skills in producing relevant and engaging educational content for dissemination through social media. This initiative underscores that the integration of food literacy and media literacy can enhance community resilience in the face of disasters, both physically and informationally. Furthermore, the program contributes to the achievement of Sustainable Development Goals (SDGs) 3, 4, and 12 through education, community participation, and the promotion of more responsible production and consumption practices.
Program Pengabdian kepada Masyarakat ini berangkat dari permasalahan rendahnya literasi pangan dan literasi media masyarakat di wilayah rawan bencana seperti Pekayon, Bekasi Barat (Indonesia) dan Hualien (Taiwan). Rendahnya pemahaman terhadap label pangan serta maraknya misinformasi di media sosial menyebabkan masyarakat rentan terhadap risiko konsumsi pangan tidak aman dan pengambilan keputusan yang tidak berbasis pengetahuan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan ketahanan komunitas melalui edukasi ketahanan pangan, peningkatan kemampuan membaca label pangan, serta pelatihan pembuatan konten digital edukatif. Metode pelaksanaan dilakukan melalui pendekatan partisipatif dan kolaboratif lintas disiplin antara Ilmu Pangan dan Ilmu Komunikasi, meliputi sosialisasi, seminar bersama mitra industri, dan pelatihan pembuatan konten media sosial. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman peserta terhadap pentingnya membaca label pangan, serta tumbuhnya kesadaran kritis mengenai peran media digital dalam kampanye pangan sehat. Peserta juga menunjukkan kemampuan dasar dalam memproduksi konten edukatif yang relevan dan menarik untuk disebarluaskan melalui media sosial. Kegiatan ini menegaskan bahwa integrasi antara literasi pangan dan literasi media mampu memperkuat ketahanan komunitas dalam menghadapi bencana, baik dari aspek fisik maupun informasi. Program ini juga berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) 3, 4, dan 12 melalui upaya edukasi, partisipasi masyarakat, serta produksi dan konsumsi yang lebih bertanggung jawab.
Kata Kunci
Teks Lengkap:
PDFReferensi
Anjani, S. Y., Setiawan, B., & Martasari, S. A. (2024). Dampak Perubahan Iklim Terhadap Ketahanan Pangan Di Indonesia. Jurnal Pendidikan Dan Ilmu Sosial.
CNNIndonesia. (2025, Maret 04). CNN Indonesia. Retrieved from https://www.cnnindonesia.com/nasional/20250304141535-20-1204915/banjir- jatiasih-bekasi-capai-3-meter-warga-terjebak-di-genteng
CNNWorld. (2025, September). CNN World. Retrieved from https://edition.cnn.com/2025/09/24/world/video/typhoon-ragasa-taiwan-hualien-flood-digvid
Mediana. (2024, September 10). KOMPAS.id. Retrieved from https://www.kompas.id/artikel/skor-indeks-masyarakat-digital-indonesia-tahun-2024-mencapai-4334?status=sukses_login&utm_source=kompasid&utm_medium=login_paywall&utm_campaign=login&utm_content=https://www.kompas.id/artikel/skor-indeks-masyarakat-digital-in
Nugraheni, A. (2025, Mei 27). Kompas.id. Retrieved from https://www.kompas.id/artikel/literasi-nutrisi-orang-indonesia-kurang-makan-buah-dan-sayur
Rullah, A. D., Silva, F. R., Pratama, E. T., & Purwanto, E. (2025). Strategi Komunikasi untuk Meningkatkan Literasi Digital di Kalangan Pemuda. Journal Pemberdayaan Ekonomi dan Masyarakat.
Rivera-Romero, O., & Gabarron, E. (2022). Social Media, Digital Health Literacy, and Digital Ethics in the Light of Health Equity. IMIA and George Thieme Verlag KG.
Ashley, S., & Craft, S. (2022). Can News Literacy Help Reduce Belief in COVID Misinformation? Mass Communication and Society.
Chamcham, J., Pakravan-Charvadeh, M. R., Maleknia, R., & Flora, C. (2024). Media literacy and its role in promoting sustainable food consumption practices. NaturePortfolio.
DOI: https://doi.org/10.24198/kumawula.v9i2.67567
Refbacks
- Saat ini tidak ada refbacks.
Kumawula: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Terindeks Di:
















