Kegiatan Media relations menjadi salah satu penentu dalam keberhasilan Unpad dalam mencapai misinya untuk menjadi transformative university oleh karena itu, dibutuhkan sebuah strategi komunikasi dan pendekatan khusus kepada media massa untuk mencapai tujuan tersebut. Adapun strategi media relations yang dilakukan melalui pola hubungan kegiatan kehumasan dalam bentuk two ways asymmetrical. Penelitian ini menjelaskan tahapan strategi komunikasi yang dilakukan Unpad terdiri dari tahap perumusan kebutuhan Publikasi Unpad dalam upaya menjalin hubungan baik dengan media massa, tahap perencanaan, tahap implementasi dan tahap evaluasi pada program Unpad Merespon dengan referensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui pendekatan komunikasi interpersonal yang dilakukan secara konsisten dan layanan informasi yang responsif dari pejabat Humas kepada wartawan mampu menciptakan hubungan media yang saling membutuhkan dan menguntungkan. Hubungan tersebut berjalan informal dengan memposisikan media massa sebagai bagian yang aktif dalam memberikan informasi kebutuhan berita yang dibutuhkan publik kepada Unpad serta dipengaruhi oleh figure public relation officer Unpad. Sehingga program “Unpad Merespon”, menjadi wadah yang mempertemukan kebutuhan media akan informasi yang sesuai dengan karakter media massa itu sendiri dan Unpad mendapat publikasi kepakaran para dosen yang menjadi narasumber dalam menaggapi persoalan yang kekinian di masyarakat. Hasil tulisan dari media massa tersebut bervariasi dan konsisten menempatkan akademisi Unpad sebagai sumber informasi yang kemudian dimonitoring untuk melihat responsifitas dari masyarakat terhadap eksistensi Unpad. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, dengan jenis data kualitatifmelalui pengumpulan data dengan cara wawancara mendalam kepada sembilan orang narasumber, terdiri dari tujuh orang staff dan pimpinan Direktorat Tata Kelola dan Komunikasi Publik, serta dua orang jurnalis dari harian Bisnis Indonesia dan Pikiran Rakyat.
Keywords
Citra; hubungan media;twoways asymmetrical; proses PR; program PR
Belinda, S. (2016). Peran humas pemerintah sebagai fasilitator komunikasi pada biro humas pemprov Kalimantan Selatan. Jurnal Penelitian Komunikasi, 19(1), 55–68.
Cutlip, Center, & Bloom. (2006). Effective public relations. Jakarta: Kencana.
Grunig. (2012). Model hubungan pr dengan stakeholder. in r. darmastuti, media relations - konsep, strategi dan aplikasi. Yogyakarta: Andi Offshet.
Hidayat, D. (2014). Media public relations:pendekatan studi kasus cyber public relations sebagai metode kerja PR digital. Bogor: Graha Ilmu.
Jefkins, F. (2004). Public relations. Jakarta: Gelora Aksara Partama.
Luqman, Y. (2013). Peran dan posisi hubungan masyarakat sebagai fungsi manajemen perguruan tinggi di Semarang. Jurnal Interaksi, 2(1), 1–10.
Pujileksono. (2016). Metode penelitian komunikasi kualitatif. Malang: Instran Publishing.
Ristanto, T. (2014). Peran humas pemerintah kota Balikpapan dalam mengimplementasikan konsep smart city di kota Balikpapan. Commonline Departemen Komunikasi, 4(1), 387–399.
Saebeni, A. & Ahmad, B. (2012). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: Pustaka Setia.
Sonia, G. (2013). Aktivitas humas badan layanan umum (BLU) Dalam Mensosialisasikan Trans Jakarta . Jurnal Visi Komunikasi. XII (02), 276–291.
Suryabrata, S. (1998). Metodologi penelitian. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Wiratmo. (2017). Website pemerintah daerah sebagai sarana online public relations. Jurnal ASPIKOM, 3(2), 326.