ANALISIS KASUS ANAK PEREMPUAN KORBAN PEMERKOSAAN INSES

Amanda Amanda, Hetty Krisnani

Sari


Pada dewasa ini, semakin banyak kasus yang menimpa anak-anak bangsa khusus nya anak perempuan, salah satu kasus yang rentan menimpa anak perempuan pada saat ini adalah kekerasan seksual yang dapat terjadi pada berbagai kelompok umur, status sosial, tempat dan waktu. Kekerasan seksual dapat terjadi tidak hanya pada orang yang tidak dikenal, kekerasan seksual yang menimpa anak perempuan dapat pula terjadi di lingkungan terdekat yaitu keluarga. Pelecehan seksual pada lingkup keluarga termasuk kedalam pemerkosaan inses, dimana hubungan seksual ini terjadi antara kerabat dekat, biasanya antara anggota keluarga. Anak yang menjadi korban inses sangat membutuhkan perlindungan baik dari kerabat yang lain maupun para pekerja sosial, karena korban akan mengalami trauma yang berkepanjangan. Peran pekerja sosial dalam kasus anak perempuan korban inses ini untuk memberikan layanan konseling baik untuk korban dan juga keluarga nya, selain itu pekerja sosial juga dapat membantu dalam pelayanan pendampingan hukum untuk bekerja sama dengan lembaga-lembaga hukum agar membantu korban sebagai klien agar kasus nya di selesaikan secara hukum. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini menggunakan studi literature. Studi yang mengkaji pemberitaan media massa dan memanfaatkan data dari liputan media dan beberapa literature mengenai anak korban inses seperti buku, jurnal, artikel yang telah dipublikasikan.

 

Nowadays the more cases that afflict the nation's children especially girls, one of the cases that are vulnerable to girls at this time is sexual violence that can occur in various age groups, social status, place and time. Sexual violence can occur not only in people who are not known, sexual violence that befell girls can also occur in the closest environment, namely the family. Sexual abuse in the family sphere is included in incest rape, where sexual relations occur between close relatives, usually between family members. Children who are incest victims desperately need protection from other relatives and social workers, because victims will experience prolonged trauma. The role of social workers in the case of incest victims is to provide counseling services for victims as well as their families, besides that social workers can also assist in legal assistance services to work with legal institutions to help victims as clients so that complete legally. The method used in writing this article uses a literature study. Studies that study mass media coverage and utilize data from media coverage and some literature on incest victims such as books, journals, published articles.


Kata Kunci


Anak, Keluarga, Pelecehan seksual ines, Pekerja sosial, Intervensi.

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Beard, K. S.-D. (2015). Anak dan perilaku seksual remaja memprediksi orientasi seksual dewasa. Psikologi Meyakinkan, 2 Juli., 1-52. .

Canavan, M. M. (1992). The female experi- enceof siblinginses. Jurnal Perkawinan dan Terapi Keluarga, 18 (2), 129-142 .

Carlson, B. M. (2006). Inses saudara: laporan 40-1 selamat. Jurnal of Pelecehan Seksual Anak, 15 (4), 19-34. DOI https://doi.org/10.1300/jo70v15n04 02. .

Cosentino, E. T. (2015). Inses saudara; Pengujian DNA; Singkat Tandem Ulangi. Ilmu Foren- ik Internasional: Genetika Tambahan Series, Desember 2015, Vol. 5, pp.e472-e473., DOI: 10,1016/j.fsigss.2015.09.187. .

Courtois, C. ((1988). ). Menyembuhkan Luka Inses: Dewasa Korban di Therapy. . WW Norton & Company. .

Csorba, R. L. (2006). Pelecehan Anak Perempuan Seksual Dalam Keluarga di Daerah Hungaria. . Gynecol Obstet Invest, 61, 188-193. DOI: 10,1159/000.091.274. .

Dietz, P. (2018). Grooming dan Seduction. Jurnal Of Interpersonal Ke- kerasan, Vol.33 (1), pp.28-36. DOI: 10,1177/0886260517742060. .

Gelles, J. (1982). "Pelecehan anak dan kekerasan keluarga", dalam Newberger, EH (ed.). Child Abuse. Boston: Little, Brown, and Co. .

Gonzalez, C. (2017). Proses dari pelecehan seksual anak pulih saat dewasa dari pendekatan integratif terapi solusi yang berfokus: studi kasus. Jurnal Pelecehan Seksual Anak., 26 (4), 1-21.

Goodwin, J. (1982). Gunakan gambar dalam mengevaluasi anak-anak yang mungkin menjadi korban inses. Anak-anak dan Remaja Jasa Review, 4., 3, 269-278. doi: 10,1016 / 0190-7409 (82) 90.004-4.

Goodwin, J. (1982). Gunakan gambar dalam mengevaluasi anak-anak yang mungkin menjadi korban inses. Anak-anak dan Remaja Jasa Review. (DOI: 10,1016 / 0190-7409 (82) 90.004-4. , 269-278. .

Heijden, M. (2000). Perempuan sebagai Korban Kekerasan Seksual dan Domestik di Belanda Abad Ketujuh Belas: Kasus Pidana Pemerkosaan Inses dan Penganiayaan di Rotterdam dan Delft. . Jurnal Sejarah Sosial, 33 (3), 623-644. .

Herman, J. (1981). Ayah-Girl Inses. Cambridge, Massachusetts: : Harvard University Press.

Irwanto. (1998). Analisis Situasional Anak yang Membutuhkan Perlin- dungan Khusus di Indonesia. . Jakarta: CSDS Atmajaya Dan UNICEF.

Jackson, S. (1993). Studi Perempuan, Bacaan penting. New York: New York University Press.

Kaplan, H. S. ((1994). ). Masalah Terkait Pelanggaran atau Abaikan di Kaplan dan Sadock ini Sinopsis Ilmu Perilaku Psikiatri Clinical Psychiatry. Baltimore, USA 7 ed.

Karbeyaz, K. T. (2016). Kasus saudara inses mengakibatkan kehamilan. Mesir Journal of Forensic Sciences, 6 (4), 550-552 .

Krayer, A. S. (2015). Pengaruh Pelecehan Seksual Anak Pada Diri Dari Perspektif Narasi Dewasa. Journal of Pelecehan Seksual Anak., 24 (2), 135-152. .

La Fontaine, J. (1990). Pelecehan Seksual Anak. Oxford, Inggris.: Polity Press. .

Levitan, R. (1999). Depresi Besar Pada Individu Dengan Riwayat Masa Kecil Fisik Atau Seksual Hubungan Melanggar Untuk Neurovegetative Fitur, Mania, Dan Gender. Am. J. Psychiat, 155 (12), 1746-1752.

Lie, A. (1999). Kekerasan Mengintai Anak-anak Kita. di: Hakiki I (1, 1-7 .

Mazoyer, A. &. (2011). Nasib Femine Untuk Perempuan Korban Inses Remaja, Annales Medico-Psychologyques 169. DOI: 10,1016 / J.amp.2011.05.004., 383- 386.

McDonald, C. &. (2017). Penjelasan retrospektif korban Sibling Kekerasan Seksual. Journal of Pelecehan Seksual Anak. 26 (7), 1-15.

Newberger, C. (1982). Psikologi dan Pelecehan Anak. Child Abuse ,. Boston: Little, Brown and Co.

O'Brien, M. (1991). Mengambil Saudara Inses Serius. Keluarga Pelecehan Seksual: Penelitian dan Evaluasi Frontline . Newbury Park, CA: Sage Publications., (75-92).

Saptari, R. &. (Jakarta: Grafiti). Perempuan, Kerja, dan Perubahan Sosi- al. Sebuah Pengantar Studi Perempuan, 1997.

Sawrikar, P. &. (2017). . (2018). Mencegah penyalahgunaan seksual anak (CSA) di komunitas etnis minoritas: Sebuah tinjauan literatur dan saran untuk latihan di Australia. Anak-anak dan Remaja Jasa Review. DOI: 10,1016, 85, 174-186.

Sawrikar, P. &. (2017). Hambatan Mengungkapkan Pelecehan Seksual Anak (Csa) Di Komunitas Etnis Minoritas: Sebuah Tinjau- An Literatur Dan Implikasi Untuk Praktik Di Australia. Anak-anak dan Remaja Jasa Review, 83, 302-315. DOI: 10,1016.

Suyanto, B. (2019). Sosiologi Anak. In B. Suyanto, Sosiologi Anak (pp. 225-242). Rawamangun-Jakarta 13220: PRENADAMEDIA GROUP.

Tursilarini, T. Y. (2016). Inses: Kekerasan Seksual dalam Rumah Tangga terhadap Anak Perempuan . 171.

Media Cetak :

(https://www.radarcirebon.com)

(https://www.cnnindonesia.com)

(https://news.detik.com)




DOI: https://doi.org/10.24198/focus.v2i1.23129

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Terindeks Di:

Google Scholar WorldCat Crossref Bielefeld Academic Search Engine (BASE)