Prevalensi Sindroma Down di Wilayah Priangan pada Tahun 2015

Sinta Nurwahidah, Willyanti Suwondo, Inne Suherna Sasmita

Abstrak


Pendahuluan: Sindroma Down adalah kelainan genetik yang disebabkan oleh kelebihan kromosom 21 atau trisomi yang menyebabkan keterbatasan fisik, motorik, serta intelektual, dan sering terjadi dengan insidensi 1:1000 kelahiran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana prevalensi Sindroma Down di Wilayah Priangan pada Tahun 2015. Metode: Deskriptif dengan survey. Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik cluster random sampling yaitu pengambilan sampel berdasarkan pendekatan wilayah, dan wilayah yang dipilih dalam penelitian ini adalah wilayah Priangan yang terdiri atas Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Bandung Barat, Cimahi, Sumedang, Garut, Tasik, Ciamis, Pangandaran dan Banjar. Data didapatkan dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, RSUD wilayah Priangan dan yayasan POTADS. Hasil: hasil penelitian diperoleh 459 jiwa mengalami Sindroma Down atau 0,07 % dari total populasi. Terdiri atas 55,89 % berjenis kelamin laki-laki, dan 45,11 % perempuan. Simpulan: Simpulan penelitian ini adalah Prevalensi Sindroma Down di Wilayah Priangan masih tergolong rendah yaitu 0,07 %.

Introduction: Down syndrome is a genetic disorder caused by an excess of chromosome 21 or trisomy that causes physical, motor, and intellectual limitations, and often occurs with an incidence of 1: 1000 births. The purpose of this study was to determine the prevalence of Down Syndrome at Priangan Area in 2015. Methods: This study was a descriptive study with the survey method. The sampling method was using the cluster random sampling technique based on geographical approach, and the area population was the Priangan area, consisted of Bandung City, Bandung Regency, West Bandung Regency, Cimahi City, Sumedang Regency, Garut Regency, Tasikmalaya Regency, Ciamis City, Pangandaran Regency, and Banjar Regency. The data was obtained from West Java Provincial Health Office, the Priangan Regional Hospital, and POTADS Foundation. Results: From the research was obtained that as much as 459 individuals were having Down syndrome (0.07% of total population), comprised of 55.89% of male and 45.11% of female. Conclusion: The prevalence of Down syndrome at the Priangan Area was still low.


Kata Kunci


Kelainan genetik, Sindroma Down, trisomi.

Teks Lengkap:

PDF


DOI: https://doi.org/10.24198/jkg.v29i3.15950

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Copyright (c) 2018 Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran