PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG PENGGUNAAN ANTIBIOTIK DAN IMPLIKASINYA DALAM PRAKTIK FARMASI KOMUNIAS: LITERATUR REVIEW

Rajwa Dwifauza Suryanto, Keri Lestari Dandan, Iqbal Sujida Ramadhan

Abstrak


Resistensi antimikroba (AMR) merupakan ancaman kesehatan global yang dipicu oleh penggunaan antibiotik yang tidak rasional. Di Indonesia, apotek berperan sentral dalam distribusi antibiotik, namun seringkali tanpa diiringi pemahaman masyarakat yang memadai. Narrative review ini bertujuan untuk menyatukan temuan penelitian terkini (2023–2025) tentang tingkat pengetahuan masyarakat Indonesia mengenai penggunaan antibiotik, faktor yang memengaruhinya, hubungannya dengan perilaku, serta efektivitas intervensi edukasi. Hasil tinjauan terhadap sepuluh artikel menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat masih bervariasi dari kurang hingga cukup, dengan kelemahan utama pada aspek durasi terapi, penyimpanan, dan pembuangan obat. Faktor pendidikan, usia, jenis kelamin, dan pekerjaan berpengaruh signifikan terhadap tingkat pengetahuan. Meskipun edukasi terbukti efektif meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan, ditemukan adanya kesenjangan (knowledge-action gap) antara pengetahuan dengan perilaku nyata. Hal ini mengindikasikan bahwa perubahan perilaku memerlukan lebih dari sekadar penyampaian informasi. Implikasi penting bagi apoteker adalah perlunya memperkuat peran sebagai edukator aktif, menerapkan prinsip DAGUSIBU secara konsisten, menolak penjualan antibiotik tanpa resep dengan pendekatan edukatif, serta mengembangkan materi komunikasi yang kontekstual. Sinergi antara kompetensi apoteker, edukasi berkelanjutan, dan dukungan regulasi diperlukan untuk mentransformasi apotek menjadi pusat promotif kesehatan dalam upaya menekan laju AMR di tingkat komunitas

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Ajzen, I. (1991). The theory of planned behavior. Organizational Behavior and Human Decision Processes, 50(2), 179–211. https://doi.org/10.1016/0749-5978(91)90020-T

Aminov, R. I. (2010). A brief history of the antibiotic era: Lessons learned and challenges for the future. Frontiers in Microbiology, 1, 134. https://doi.org/10.3389/fmicb.2010.00134

Arifuddin, N. A. S., Ramlan, P., & Febrianti, D. (2025). Analisis Tingkat Pengetahuan Masyarakat terhadap Penggunaan Antibiotik Di Apotek Berkah Muhammad Baranti Kabupaten Sidenreng Rappang. Jurnal Kesehatan Jompa (JUKEJ), 4(1), 329-335

Bandura, A. (2004). Health promotion by social cognitive means. Health Education & Behavior, 31(2), 143–164. https://doi.org/10.1177/1090198104263660

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. (2013). Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI..

Elsaputri, I. L. D., Trisno, Z., Asyim, R. B., Firmaniar, R., & Puspitasari, A. C. (2025). Hubungan Tingkat Pendidikan dengan Pengetahuan Penggunaan Obat Antibiotik pada Masyarakat di Desa Palongan Kabupaten Sumenep. Jurnal Keperawatan dan Kebidanan, 17(1), 51-57.

Ferianty, A., Nadin, F. A., Putri, S. S., Musnelina, L., Wulandari, A., Veryanti, P. R., Shoikha, M., Teodhora, T., Syaftiana, V., Febriani, A., Kusuma, I. M., Simarmata, H., & Hayyi, M. N. (2024). Peningkatan Pengetahuan Masyarakat terhadap Penggunaan Antibiotik Rasional melalui Edukasi di Apotek Sanafarma. Jurnal Pengabdian, 3090-3688.

Hartini, I. S., Prasetyo, E. Y., Seran, K. E., Marhenta, Y. B., & Rimanti, I. M. (2025). Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Perilaku DAGUSIBU Antibiotik pada Pengunjung Apotek X. Jurnal Pengembangan Ilmu dan Praktik Kesehatan (Farmasi-QU), 4(3), 131-138.

Husni, S. M., Kartika, S. W., & K, A. W. (2025). Analisa Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang DAGUSIBU Obat Antibiotik di Apotek “X” Kelurahan Abadijaya Kota Depok Tahun 2024. Farmasi-QU: Jurnal Pelayanan Kefarmasian, 12(2), 40-46.

Ikatan Apoteker Indonesia (PP IAI). (2014). Pedoman Pelaksanaan Gerakan Keluarga Sadar Obat (GKSO). Jakarta: Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia.

Ivoryanto, E., Sidharta, B., & Illahi, R. K. (2017). Hubungan Tingkat Pendidikan Formal Masyarakat terhadap Pengetahuan dalam Penggunaan Antibiotika Oral di Apotek Kecamatan Klojen. Pharmaceutical Journal of Indonesia, 2(2), 31–36. https://doi.org/10.21776/ub.pji.2017.002.02.1

International Pharmaceutical Federation (FIP). (2020). FIP Global Competency Framework for the Pharmacy Workforce at Entry and Advanced Levels. The Hague: International Pharmaceutical Federation.

Jimah, T., & Ogunseitan, O. A. (2020). Sociodemographic characteristics of the association between knowledge of antibiotic therapy and prudent use in Ghana. Journal of Global Health Reports, 4, e2020050. https://doi.org/10.29392/001c.12838

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2016). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 73 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2021 tentang Pedoman Penggunaan Antibiotik.

Kresnapati, I. N. B. A., Novitarini, Kurniawan, S. Y., Pratiwi, B. Y. H., Ardianisya, I., & Hairul. (2025). Sosialisasi Bahaya Penggunaan Antibiotik yang Tidak Tepat sebagai Upaya Pencegahan Resistensi di MAN 2 Mataram. ALAMTANA: Jurnal Pengabdian Masyarakat UNW Mataram, 6(2). https://doi.org/10.51673/jaltn.v6i3.2606

Meliana, D. F., Kusuma, Z. D. D., & Fatiha, C. N. (2025). Analisis Tingkat Pengetahuan dan Perilaku Masyarakat tentang Antibiotik Secara Rasional di Apotek Waras Barokah Semarang. Sains Indonesian: Jurnal Ilmiah Nusantara, 3(1), 54-60.

Morgan, D. J., Okeke, I. N., Laxminarayan, R., Perencevich, E. N., & Weisenberg, S. (2011). Non-prescription antimicrobial use worldwide: A systematic review. The Lancet Infectious Diseases, 11(9), 692–701. https://doi.org/10.1016/S1473-3099(11)70054-8

Notoatmodjo, S. (2012). Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Nutbeam, D. (2000). Health literacy as a public health goal: A challenge for contemporary health education and communication strategies into the 21st century. Health Promotion International, 15(3), 259–267. https://doi.org/10.1093/heapro/15.3.259

Rafi, L. S., Fanani, Z., & Husna, U. Y. (2025). Hubungan Karakteristik Sosiodemografi Dengan Tingkat Pengetahuan DAGUSIBU Obat Antibiotik Pada Masyarakat di Kelurahan Bulu Jepara. Nusantara Hasana Journal, 5(2), 432-448.

Septiana, E., Pratiwi, M., Yanti, E., & Suswidiantoro, V. (2025). Hubungan Tingkat Pengetahuan Masyarakat Terhadap Perilaku Penggunaan Antibiotik Di Desa Setia Bumi Kecamatan Seputih Banyak Kabupaten Lampung Tengah. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 11(4.D), 27–35.

Septiana, L., Abadi, H., Sipahutar, R. A., & Rani, Z. (2025). Tingkat Pengetahuan dan Sikap Masyarakat tentang Antibiotik di Kelurahan Mandailing Kecamatan Tebing Tinggi Kota. FARMASAINKES: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan, 4(2).

World Health Organization (WHO). (2021). Global Antimicrobial Resistance and Use Surveillance System (GLASS) Report: 2021. Geneva: World Health Organization.




DOI: https://doi.org/10.24198/farmaka.v24i1.69797

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.license.cc.by-nc4.footer##

Sitasi manajer:   

 

 

Jurnal ini diindeks dalam:

 

 

View My Stats 

ISSN: 1693-1424

e-ISSN: 2716-3075

 

Farmaka by Universitas Padjadjaran is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License

Copyright © 2013 Jurnal Farmaka - All Right Reserved