STATE-CORPORATE CRIME DAN EKOSIDA: TINJAUAN SOSIOLOGI AGRARIA TERHADAP MEGA-KORUPSI SEKTOR KEHUTANAN KASUS PT DUTA PALMA

Muhammad Ziad Nuziana, Meilanny Budiarti Santoso

Abstrak


Mega-korupsi sektor kehutanan yang dilakukan oleh PT Duta Palma Group merupakan salah satu kasus korupsi dan pencucian uang terbesar dalam sejarah penegakan hukum Indonesia, dengan total potensi kerugian perekonomian negara yang diestimasi mencapai lebih dari Rp78 triliun berdasarkan tuntutan Kejaksaan Agung. Kasus ini menandai perubahan paradigma dalam memahami korupsi di sektor agraria, di mana destruksi yang ditimbulkan tidak hanya sekadar diukur berdasarkan kerugian finansial negara, melainkan juga pada kerusakan ekologis (ekosida) dan perampasan ruang hidup masyarakat adat. Artikel ini bertujuan untuk menyintesis literatur ilmiah mengenai mekanisme state-corporate crime dan dampak sosiologis dari korupsi agraria tersebut menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR). Data diambil melalui penelusuran pustaka ilmiah bereputasi dalam rentang 2014-2024 di basis data Scopus, Google Scholar, Portal Garuda, dan INTEGRITAS: Jurnal Antikorupsi, dengan protokol seleksi berbasis kriteria inklusi-eksklusi ketat yang menghasilkan 15 artikel final untuk dianalisis. Hasil kajian menunjukkan bahwa praktik korupsi dan pencucian uang yang dilakukan oleh PT Duta Palma difasilitasi oleh jaringan patronase transaksional antara elit politik lokal dan korporasi melalui manipulasi instrumen perizinan lahan hutan lindung, yang beroperasi secara sistematis sejak era desentralisasi. Secara sosiologis, alih fungsi lahan ilegal seluas 37.095 hektare ini memproduksi kemiskinan struktural, alienasi spasial masyarakat adat, dan konflik agraria berkepanjangan di wilayah Kabupaten Indragiri Hulu, Riau. Studi ini menggarisbawahi pentingnya integrasi pendekatan kriminologi hijau dan sosiologi hukum dalam penegakan hukum anti-korupsi, serta perlunya perancangan ulang kebijakan agraria yang berfokus pada keadilan ekologis dan pengakuan penuh atas hak spasial komunitas lokal.

Kata Kunci


Korupsi ekologis; State-Corporate Crime; PT Duta Palma

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Aprilia, Z. (2023, 2 Maret). Kronologi Korupsi Terbesar, Vonisnya Bikin Mahfud Angkat Topi. CNBC Indonesia. https://www.cnbcindonesia.com/market/20230302095844-17-418206/kronologi-korupsi-terbesar-vonisnya-bikin-mahfud-angkat-topi/2

As'ad, M. U., Barsihanor, B., Sobirin, S., & Hergianasari, P. (2023). Oligarki dan Jaringan Patronase: Dinamika Kebijakan Pertambangan Batu Bara di Kabupaten Tanah Bumbu. Politika: Jurnal Ilmu Politik, 14(1), 1–17. https://doi.org/10.14710/politika.14.1.2023.1-17

Berenschot, W. (2018). The Political Economy of Clientelism: A Comparative Study of Indonesia's Patronage Democracy. Comparative Political Studies, 51(12), 1563–1593. https://doi.org/10.1177/0010414018758756

Borras, S. M., & Franco, J. C. (2012). Global land grabbing and trajectories of agrarian change: A preliminary analysis. Journal of Agrarian Change, 12(1), 34–59. https://doi.org/10.1111/j.1471-0366.2011.00339.x

Forest Watch Indonesia (FWI). (2025). Transparansi dan Potensi Korupsi Sektor Kehutanan Dari Pelepasan Kawasan Hutan Untuk Perkebunan Kelapa Sawit. Jakarta: FWI

Gultom, M., & Elisabeth, A. (2023). Dekonstruksi Hukum: Menghitung Kerugian Perekonomian Negara Akibat Kerusakan Lingkungan pada Kasus Duta Palma Group. Jurnal Hukum Lingkungan Indonesia, 9(2), 145–168.

Hadiz, V. R. (2004). Decentralization and Corruption in Indonesia: The Power of Oligarchs. Third World Quarterly, 25(4), 697–714. https://doi.org/10.1080/01436590410001678916

Indonesia Policy Research Center (IPRC). (2025). Korupsi Duta Palma Group: Perusahaan Tak Punya Izin, Negara Rugi Triliunan. Jakarta: IPRC.

Kejaksaan Agung Republik Indonesia. (2025). 5 Tersangka Korporasi dan Barang Bukti Perkara Duta Palma Group Dilimpahkan ke JPU Kejati Jakpus. Diakses dari https://story.kejaksaan.go.id

Lynch, M. J. (1990). The greening of criminology: A perspective on the 1990s. The Critical Criminologist, 2(3), 3–4.

Martiar, N. A. D. (2024, 3 Desember). Kejagung Sita Lagi Rp288 Miliar Terkait Perusahaan Milik Surya Darmadi. Kompas. https://www.kompas.id/artikel/kejagung-sita-lagi-rp-288-miliarterkait-perusahaaan-milik-sury a-darmadi?

Margono, B. A., Potapov, P. V., Turubanova, S., Stolle, F., & Hansen, M. C. (2014). Primary forest cover loss in Indonesia over 2000–2012. Nature Climate Change, 4(8), 730–735. https://doi.org/10.1038/nclimate2277

McCarthy, J. F. (2004). Changing to gray: Decentralization and the emergence of volatile local spaces in the Indonesian forest sector. World Development, 32(7), 1199–1220. https://doi.org/10.1016/j.worlddev.2004.02.002

Michalowski, R. J., & Kramer, R. C. (1987). The Space Between Laws: The Varieties of State-Corporate Crime. Social Problems, 34(1), 34–53. https://doi.org/10.2307/800764

Mispansyah, M., & Nurunnisa, N. (2021). Penyalahgunaan Perizinan Perkebunan Sawit dalam Perspektif Tindak Pidana Korupsi. Jurnal Ius Constituendum, 6(2), 348–366. https://doi.org/10.26623/jic.v6i2.2700

Peluso, N. L., & Lund, C. (2011). New frontiers of land control: Introduction. The Journal of Peasant Studies, 38(4), 667–681. https://doi.org/10.1080/03066150.2011.607692

Prasetyo, B. (2020). Jaringan Patronase dalam Korupsi Sektor Pertambangan di Daerah. INTEGRITAS: Jurnal Antikorupsi, 6(1), 115–130. https://jurnal.kpk.go.id/index.php/integritas/article/view/522

Pro Natura. (2024). Kriminologi Hijau dan Kejahatan Ekosida: Studi Kasus Food Estate Indonesia. Jurnal Pro Natura, 1(1), 40–57.

Purnomo, H., Shantiko, B., Sitorus, S., Gunawan, H., Achdiawan, R., Kartodihardjo, H., & Dewayani, A. A. (2017). The political economy of fire and haze in Indonesia. Forest Policy and Economics, 78, 114–124. https://doi.org/10.1016/j.forpol.2017.01.009

Rachman, N. F. (2017). Masyarakat Adat & Konflik Agraria di Era Desentralisasi. Masyarakat: Jurnal Sosiologi, 22(2), 143–165. https://journal.ui.ac.id/index.php/mjs

Ramadhan, C. (2023). State Capture Corruption pada Sektor Sumber Daya Alam: Pembelajaran dari Kasus Surya Darmadi. INTEGRITAS: Jurnal Antikorupsi, 9(1), 45–60. https://jurnal.kpk.go.id/

Saputra, R., & Hidayat, N. (2023). Konspirasi Elit Lokal dan Kapitalis Perkebunan: Analisis Ekonomi Politik Kasus Alih Fungsi Lahan Duta Palma di Riau. Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Kebijakan Publik, 10(2), 210–228.

Savitri, L. A. (2013). Korporatisasi dan Penyingkiran: Ragam Respon Masyarakat atas Ekspansi Perkebunan Sawit. Jurnal Pemikiran Sosiologi, 2(2), 12–27. https://jurnal.ugm.ac.id/jps

Sejati, P. N. P., & Prasetyo, H. (2023). Upaya Pengembalian Kerugian Negara Akibat Korupsi Penyalahgunaan Alih Fungsi Hutan. Rechtidee: Jurnal Hukum, 18(2), 1–25. https://journal.trunojoyo.ac.id/rechtidee

Siregar, F. H. (2024). Pelenyapan Ruang Hidup Masyarakat Adat akibat Ekspansi Kelapa Sawit Ilegal PT Duta Palma Group di Kabupaten Indragiri Hulu. Jurnal Pemikiran Sosiologi, 11(1), 78–95. https://jurnal.ugm.ac.id/jps

Snyder, H. (2019). Literature review as a research methodology: An overview and guidelines. Journal of Business Research, 104, 333–339. https://doi.org/10.1016/j.jbusres.2019.07.039

Tarigan, M. I., & Prasetyo, A. (2024). Pertanggungjawaban Pidana Korporasi dalam Tindak Pidana Korupsi Sektor Kehutanan: Studi Kasus PT Duta Palma Group. Jurnal Sosiologi Hukum dan Kriminologi, 5(1), 12–30.

White, R. (2009). Environmental Crimes and the Eco-City. Critical Criminology, 17(2), 121–137. https://doi.org/10.1007/s10612-009-9077-8.




DOI: https://doi.org/10.24198/jppm.v6i2.72204

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Terindeks di: