Peran Social Connectedness sebagai Mediator dalam Pengaruh Internal Locus of Control terhadap Moral Disengagement pada Remaja Surakarta
Nayla Paramitha Putri Hidayat, Rin Widya Agustin
Abstrak
Masa remaja merupakan periode transisi yang ditandai oleh pencarian jati diri serta kerentanan terhadap nilai. Remaja cenderung lebih terikat dengan teman sebaya dan mulai mengembangkan kemampuan berpikir abstrak yang kerap disalahgunakan untuk merasionalisasi perilaku menyimpang yang dapat memicu moral disengagement, yaitu pembenaran tindakan amoral tanpa rasa bersalah. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh internal locus of control terhadap moral disengagement, serta peran mediasi social connectedness. Instrumen yang digunakan meliputi skala Moral Disengagement (α = .905), skala Internal Locus of Control (α = .791), dan Social Connectedness Scale−Revised (α = .888). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan melibatkan 392 partisipan yang dipilih melalui proportionate stratified random sampling. Subjek penelitian adalah remaja SMA di Surakarta. Data yang telah diperoleh dianalisis menggunakan PROCESS Macro by Hayes Model 4. Hasil menunjukkan tidak terdapat pengaruh langsung internal locus of control terhadap moral disengagement (p = .6398; LLCI = -.5233; ULCI = .3220). Kemudian, ditemukan peran mediasisempurna (full mediation) oleh social connectedness pada pengaruh internal locus of control terhadap moral disengagement dengan nilai BootLLCI = -.348 dan BootULCI = -.0068. Temuan ini mengindikasikan bahwa internal locus of control efektif menekan moral disengagement apabila didukung oleh social connectedness yang kuat.
The Role of Social Connectedness as Mediator Within the Impact of Internal Locus of Control on Moral Disengagement in Surakartan Adolescents
Abstract
Adolescence is a transitional period characterized by identity and vulnerability to values. Adolescents tend to be more attached to their peers and begin to develop abstract thinking skills, which are often misused to rationalize deviant behavior that can trigger moral disengagement, the justification of immoral actions without guilt. This study examines the effect of internal locus of control on moral disengagement and the mediating role of social connectedness. The instruments include the Moral Disengagement Scale (α = .905), the Internal Locus of Control Scale (α = .791), and the Social Connectedness Scale−Revised (α = .888). This study employed a quantitative method and involved 392 participants selected via proportionate stratified random sampling. Participants were high school students in Surakarta. Data were analyzed using Process Macro by Hayes model 4. The results indicated no direct effect of internal locus of control on moral disengagement (p = .6398; LLCI = -.5233; .3220). Furthermore, a full mediation effect by social connectedness was found in the relationship between internal locus of control and moral disengagement, with BootLLCI = -.348 and BootULCI = -.0068. These findings indicate that an internal locus of control effectively reduces moral disengagement when supported by strong social connectedness.
Kata Kunci
internal locus of control, moral disengagement, remaja, social connectedness