Makna Upacara Adat “Naik Garudo” Pada Tradisi Pernikahan Di Kecamatan Mersam, Kabupaten Batanghari, Kota Jambi

Nunung Nurwati, Farah Putri Firsanty, Elsa Lutmilarita Amanatin, Desi Yunita, Aditya Candra Lesmana

Abstract

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan mengungkap makna simbolik dan interaksi sosial dalam prosesi pernikahan adat Naik Garudo di Kecamatan Mersam, Kabupaten Batanghari, Jambi. Prosesi ini ditandai dengan arak-arakan pengantin di atas replika burung garuda, yang sarat dengan simbol kekuatan, kesucian, dan kehormatan. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan metode wawancara, observasi partisipatif, serta dokumentasi. Informan dipilih melalui purposive dan snowball sampling, meliputi pemangku adat, keluarga pengantin, dan masyarakat yang terlibat langsung. Validasi data dilakukan dengan triangulasi sumber, metode, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosesi Naik Garudo memiliki makna simbolik yang kompleks. Simbol garuda, pakaian adat, mahkota, hingga lantunan salawat dipahami sebagai sarana komunikasi sosial yang menegaskan transformasi status pengantin, memperkuat solidaritas, serta menjaga legitimasi budaya. Analisis dengan teori interaksionisme simbolik Mead menjelaskan bahwa makna simbol lahir dan dimodifikasi melalui interaksi sosial. Konsep ritual dan simbol Turner menegaskan fungsi prosesi sebagai rite of passage, sedangkan konsep identitas sosial Tajfel & Turner memperlihatkan peran tradisi ini dalam membangun identitas kolektif masyarakat Mersam. Kesimpulannya, prosesi Naik Garudo tidak hanya merupakan ritual adat, tetapi juga arena reproduksi nilai budaya dan pembentukan identitas sosial. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pelestarian tradisi melalui dukungan masyarakat dan kebijakan kebudayaan agar tetap relevan di tengah modernisasi.

Kata Kunci: Budaya, Identitas, Ritual, Sosial

ABSTRACT

 

This study explores the symbolic meaning and social interaction in the traditional wedding procession Naik Garudo in Mersam District, Batanghari Regency, Jambi. The procession, where the bride and groom are paraded on a Garuda replica, symbolizes strength, purity, and honor. A qualitative descriptive approach was applied through in-depth interviews, participatory observation, and documentation. Informants were chosen via purposive and snowball sampling, involving customary leaders, families, and community members. Data validity was ensured through source, method, and time triangulation. Findings indicate that Naik Garudo holds layered symbolic meanings. The Garuda, traditional attire, crown, and chanting of salawat are social symbols reflecting the couple’s transition of status, communal solidarity, and cultural legitimacy. Through Mead’s symbolic interactionism, these meanings emerge and evolve within social interaction. Turner’s ritual and symbol concept situates the procession as a rite of passage, while Tajfel and Turner’s social identity concept shows its role in reinforcing Mersam’s collective identity. In conclusion, Naik Garudo is not merely a wedding tradition but an arena where cultural values are reproduced and social identity is shaped. The study highlights the importance of preserving this tradition through community engagement and cultural policies to ensure its continuity and relevance in the context of modernization.

Keywords: Culture, Identity, Ritual, Social

Keywords

Budaya; Identitas; Ritual; Sosial

References

Amanatin, Elsa Lutmilarita, Bintarsih Sekarningrum, dan Budiawati Supangkat. 2024. “Ritus Sedekah Laut sebagai Mekanisme Sosial Masyarakat Nelayan Urban di Muarareja Kota Tegal.” Ganaya : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora 7(3):139–52. doi:10.37329/ganaya.v7i3.3376.

Arnold, Russell C. D. 2006. “Rites of Passage.” Hlm. 52–81 dalam The Social Role of Liturgy in the Religion of the Qumran Community. BRILL.

Blumer, Herbert. 1980. “Mead and Blumer: The Convergent Methodological Perspectives of Social Behaviorism and Symbolic Interactionism.” American Sociological Review 45(3):409. doi:10.2307/2095174.

Creswell, J. W. ,., dan J. D. Creswell. 2023. Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (6th ed.). Sage Publications.

Febriansyah, Robi. 2019. “TOPENG MERSAM 1940AN HINGGA SETELAH TAHUN 1990 AN.” Istoria: Jurnal Ilmiah Pendidikan Sejarah Universitas Batanghari 3(1):93. doi:10.33087/istoria.v3i1.58.

Firliyana, N. ,. Afria, R. ,. &. Fardinal, F. 2023. “Nilai-Nilai Kultural dalam Pakaian Adat Perempuan Pada Masyarakat Melayu di Kawasan Seberang Kota Jambi Kajian Etnolinguistik.” Titian: Jurnal Ilmu Humaniora 7(2):427–36. doi:https://doi.org/10.22437/titian.v7i2.29977.

Herdiansyah, Haris. 2019. Metodologi penelitian kualitatif untuk ilmu-ilmu sosial perspektif konvensional dan kontemporer. Jakarta: Salemba Humanika.

Lukes, Steven. 1975. “Political Ritual and Social Integration.” Sociology 9(2):289–308. doi:10.1177/003803857500900205.

Kamila, Lula Najwa, Syairul Bahar, Divani Truna Wijayanti, Nurazizah Nurazizah, Canggih Tri Satria, Muhammad Rizki Fadhilah, dan Farkhan Abdurochim Alfaruq. 2024. “Pakaian Adat Bundo Kanduang : Simbol Identitas dan Warisan Budaya Minangkabau.” ALFIHRIS : Jurnal Inspirasi Pendidikan 3(1):14–28. doi:10.59246/alfihris.v3i1.1136.

Mead, G. H. 1934. Mind, self, and society from the standpoint of a social behaviorist. Chicago: Univ: Chicago Press.

Putri, V. A., dan J. Y. Sinurat. 2025. “Makna Simbolik Dalam Naik Garudo Oleh Pengantin Pada Upacara Pernikahan Adat Melayu Jambi.” SINDANG: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Kajian Sejarah 7(1):21–26. doi:https://doi.org/10.31540/sindang.v7i1.2656.

ROSENTHAL, CAROLYN J., dan VICTOR W. MARSHALL. 1988. “Generational Transmission of Family Ritual.” American Behavioral Scientist 31(6):669–84. doi:10.1177/0002764288031006006.

Scott, Elizabeth S. 2000. “Social Norms and the Legal Regulation of Marriage.” Virginia Law Review 86(8):1901. doi:10.2307/1073833.

Stryker, Sheldon. 2008. “From Mead to a Structural Symbolic Interactionism and Beyond.” Annual Review of Sociology 34(1):15–31. doi:10.1146/annurev.soc.34.040507.134649.

Tajfel, H., dan J. C. Turner. 2004. “The social identity theory of intergroup behavior.” Hlm. 276–93 dalam In Political psychology. Psychology Press.

Turner, V. 1987. Betwixt and between: The liminal period in rites of passage. Betwixt and between: Patterns of masculine and feminine initiation.

Turner, V. W. 1967. The forest of symbols: Aspects of Ndembu ritual. Vol. 101. Cornell university press.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.