MENJAWAB TANTANGAN SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS (SDGs) MELALUI DIMENSI SPIRITUAL: KASUS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BERSUMBER ZAKAT

Risna Resnawaty

Abstrak


Kemiskinan di Indonesia merupakan permasalahan yang penting untuk dicari solusinya. Dalam kurun waktu tertentu angka kemiskinan dikatakan menurun, namun tak lama kemudian angka kemiskinan dikatakan naik.  Pengelolaan zakat secara lebih optimal dengan metode pemberdayaan dapat dilakukan melalui Lembaga Amil Zakat. Salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh Lembaga Amil Zakat adalah proses perubahan penerima layanan dari mustahik menjadi muzakki melalui proses pemberdayaan. Dengan demikian dana zakat dapat merubah hidup seseorang tanpa adanya ketergantungan.Keterkaitan antara pengelolaan zakat ini dengan pencapaian SDGs, merupakan suatu gagasan di mana pendekatan yang mengandalkan belief system/spirituality masyarakat akan diterima oleh masyarakat dengan adanya nilai dan kepercayaan. Sebenarnya Zakat kemudian dapat menjadi sumber pendanaan dalam program pemberdayaan, namun tidak berhenti pada hal demikian saja. Dalam zakat sendiri terdapat nilai-nilai yang dapat dikembangkan yang dapat menjawab proses pencapaian target SDGs tersebut.


Kata Kunci


SDGs, pemberdayaan, zakat

Teks Lengkap:

XML

Referensi


Ife, Jim., (2002), community Development in Uncertain World, Australia: Longman

Payne, Malcolm., (2014), Modern Social Work Theory., Pelgrave MacMillan

Saidi, Z &Abidin, H. (2004), Menjadi Bangsa Pemurah. Jakarta: Piramedia

Viciawati, Sari., (2013) Disertasi: Pengorganisasian Pemberdayaan Ekonomi dan Dinamika Pelaksanaannya Pada Faith Based Organization, Depok: Universitas Indonesia.

www.Bappenas.go.id.

www.UNDP.org

www.BPS.go.id




DOI: https://doi.org/10.24198/masy%20filantropi.v2i1.25301

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.