EVALUASI PROSES DIGITISASI ARSIP FOTO NEGATIF DI ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA BERDASARKAN TEORI ELIZABETH R. LEGGET
Abstrak
Digitisasi menjadi sebuah upaya pelestarian arsip statis yang rentan terhadap kerusakan yang dilakukan dengan mengonversi informasi arsip fisik ke dalam format digital melalui proses pemindaian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan digitisasi arsip foto negatif di Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan menggunakan data yang diperoleh melalui wawancara, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan digitisasi arsip foto negatif di ANRI telah dilakukan dengan baik melalui pertimbangan standar faktor warna, resolusi, pengambilan gambar, format fail, dan pemrosesan hasil digitisasi. Standar ini mendukung keautentikan dan kualitas arsip digital yang dihasilkan. Namun, penelitian ini juga mengidentifikasi kendala yang berkaitan dengan belum adanya pedoman yang melingkupi standarisasi pelaksanaan digitisasi arsip foto negatif di ANRI. Temuan ini menekankan pentingnya penetapan pedoman mengenai standarisasi pelaksanaan digitisasi arsip foto negatif di ANRI.
Digitization is an effort to preserve static archives that are vulnerable to damage by converting physical archive information into a digital format through a scanning process. This research aims to analyze the implementation of digitization of photo negative archives at the National Archives of the Republic of Indonesia (ANRI). The method used is qualitative using data obtained through interviews, participatory observation, and documentation. The results showed that the implementation of digitization of photo negative archives at ANRI has been carried out well through consideration of the standard factors of color, resolution, image capture, file format, and processing of digitized results. These standards support the authenticity and quality of the digital archives produced. However, this research also identified obstacles related to the absence of guidelines covering the standardization of the implementation of photo negative archive digitization at ANRI. These findings highlight the importance of establishing guidelines regarding the standardization of photo-negative archive digitization at ANRI.
Kata Kunci
Teks Lengkap:
PDFReferensi
Alamsyah. (2018). Kontribusi Arsip dalam Rekonstruksi Sejarah (Studi di Keresidenan Jepara dan Tegal Abad Ke-19). ANUVA, 2(2), 153–163.
Faizah, L. N., & Prabowo, T. T. (2022). Digitisasi Arsip di Warung Arsip Yogyakarta: Analisis Peluang dan Tantangan Menggunakan SWOT. KHAZANAH: Jurnal Pengembangan Kearsipan, 15(2), 98–116.
Fathurrahman, M. (2018). Pentingnya Arsip sebagai Sumber Informasi. JIPI (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi), 3(2).
Istiqomah, Fitriani, I. S., Pangestu, I. T., Milinia, L., Pratama, R. A., & Imron, A. (2022). Urgensi Arsip Digital sebagai Bahan Rujukan Penelitian Sejarah di Era Pandemi Covid-19. KRAKATOA: Journal of History, History Education and Cultural Studies, 1(1), 5–10.
Legget, E. R. (2021). Digitization and Digital Archiving : A Practical Guide for Librarians (2 ed.). Rowman & Littlefield.
Moleong, L. J. (2016). Metodologi Penelitian Kualitatif. PT Remaja Rosdakarya Offset.
Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. ALPHABETA.
Sugiyono. (2014). Memahami Penelitian Kualitatif. ALPHABETA.
Peraturan Perundang-undangan
Peraturan ANRI Nomor 2 Tahun 2021 tentang Alih Media Arsip Statis
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2012 Tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 Tentang Kearsipan
DOI: https://doi.org/10.24198/responsive.v9i2.70985
Refbacks
- Saat ini tidak ada refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.












