KAPASITAS PEMERINTAH DAERAH DALAM MENINGKATKAN KETENTRAMAN DAN KETERTIBAN DI KAWASAN PUBLIK DADAHA, KOTA TASIKMALAYA TAHUN 2024

Agitha Amelia Tambunan, Rudiana Rudiana, Yayan Nuryanto

Abstrak


Penelitian ini bertujuan menganalisis kapasitas pemerintah daerah dalam meningkatkan ketentraman dan ketertiban di Kawasan Publik Dadaha Kota Tasikmalaya Tahun 2024 menggunakan teori state capacity dari Lodge dan Wegrich (2014) yang meliputi delivery capacity, regulatory capacity, coordination capacity, dan analytical capacity. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas pemerintah daerah belum optimal. Pada dimensi delivery capacity, pelaksanaan kebijakan penertiban belum mampu menciptakan keteraturan yang berkelanjutan.. Pada dimensi regulatory capacity, penegakan regulasi belum dilakukan secara konsisten. Pada dimensi coordination capacity, koordinasi antarinstansi masih bersifat informal dan belum terintegrasi secara efektif. Sementara itu, pada dimensi analytical capacity, pemerintah belum memiliki basis data dan pemetaan masalah yang akurat. Oleh karena itu, diperlukan penguatan koordinasi lintas aktor, penegakan regulasi yang konsisten, peningkatan sistem pengawasan berbasis data, serta penyediaan mekanisme pengaduan masyarakat guna mewujudkan kawasan publik yang aman, tertib, dan nyaman.

 

This study aims to analyse the capacity of the local government to improve peace and order in the Dadaha Public Area of Tasikmalaya City in 2024, using the state capacity theory proposed by Lodge and Wegrich (2014), which encompasses delivery capacity, regulatory capacity, coordination capacity, and analytical capacity. The study employs a qualitative method with a descriptive approach. Data were collected through observation, interviews, documentation, and literature review. The results indicate that the local government’s capacity is not yet optimal. In the dimension of delivery capacity, the implementation of enforcement policies has not yet been able to create sustainable order. In the dimension of regulatory capacity, the enforcement of regulations has not been carried out consistently. In the coordination capacity dimension, inter-agency coordination remains informal and has not been effectively integrated. Meanwhile, in the analytical capacity dimension, the government does not yet possess an accurate database or problem mapping. Therefore, there is a need to strengthen cross-actor coordination, ensure consistent regulatory enforcement, improve data-driven monitoring systems, and provide public complaint mechanisms to realise public spaces that are safe, orderly, and comfortable.


Kata Kunci


Kapasitas Pemerintah, State Capacity, Ketentraman, Ketertiban Umum, Kawasan Dadaha, Pemerintah Daerah.

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Ahmadi, Abu 2003. Ilmu Sosial Dasar: Mata Kuliah Dasar Umum. Jakarta: Rineka Cipta.

Ayu Sabrina Barokah, “PKL Dadaha Mengaku Sering Bayar Retribusi Kebersihan dan Keamanan Tapi Kini Mau Disingkirkan,” Radartasik.id, 23 Juli 2024, diakses 19 Mei 2026, https://radartasik.id/2024/07/23/pkl-dadaha-mengaku-sering-bayar-retribusi-kebersihan-dan-keamanan-tapi-kini-mau-disingkirkan/

Badan Pusat Statistik Kota Tasikmalaya. (2024). Jumlah penduduk, laju pertumbuhan penduduk, distribusi persentase penduduk, kepadatan penduduk, dan rasio jenis kelamin penduduk menurut kecamatan di Kota Tasikmalaya, 2024. Badan Pusat Statistik Kota Tasikmalaya

C.F.Strong, Modern Politikal Constitution: An Introducing to the Comvarative Study of Their History and Existing, Diterjemahkan oleh SPA Teamwork, Nusa Media, Bandung, 1966.

Giddens, A. (2010). Teori strukturasi: Dasar-dasar pembentukan struktur sosial masyarakat (M. Saufan, Penerj.). Pustaka Pelajar.

Grindle, M. S. (Ed.). (1997). Getting good government: Capacity building in the public sectors of developing countries. Harvard Institute for International Development.

Halim, Abdul. 2007. Akuntansi Sektor Publik: Akuntansi Keuangan Daerah. Jakarta: Salemba Empat.

Kusumaatmadja, M. (2006). Konsep-konsep hukum dalam pembangunan: Kumpulan karya tulis. Alumni.

Lodge, M., & Wegrich, K. (Eds.). (2014). The problem-solving capacity of the modern state: Governance challenges and administrative capacities. Oxford University Press.

Miriam Budiadjo, Dasar-Dasar Ilmu Politik, Gramedia, Jakarta, 2010

Moleong, L. J. (2004). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Nazir, Moh. (2014). Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Nurcholis, H. (2005). Teori dan praktik pemerintahan dan otonomi daerah. PT Grasindo.

Pemerintah Kota Tasikmalaya. (2005). Peraturan Daerah Kota Tasikmalaya Nomor 7 Tahun 2005 tentang Ketentraman dan Ketertiban Umum. Lembaran Daerah Kota Tasikmalaya Tahun 2005 Nomor 57 Seri E.

Pemerintah Kota Tasikmalaya. (2018). Peraturan Wali Kota Tasikmalaya Nomor 42 Tahun 2018 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Daerah Pengelola Komplek Dadaha pada Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tasikmalaya. Pemerintah Kota Tasikmalaya.

Penertiban PKL Dadaha Ricuh, Satpol PP dan Pedagang Terlibat ‘Adu Mulut’,” RADARTASIK, 20 Juli 2024, diakses 20 November 2025, https://radartasik.id/2024/07/20/penertiban-pkl-dadaha-ricuh-satpol-pp-dan-pedagang-terlibat-adu-mulut/

Rahardjo, S. (2006). Ilmu hukum. PT Citra Aditya Bakti.

Republik Indonesia. (2014). Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Jakarta: Sekretariat Negara.

Risnawan, Wawan “Fungsi Birokrasi dalam Efektivitas Pelayanan Publik.” Dinamika: Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara 4.1 (2017): 511-518.

Rondinelli, D. A. (1981). Decentralization in Developing Countries: A Review of Recent Experience. Washington, D.C.: World Bank.

Sarundajang. (2002). Arus balik kekuasaan pusat ke daerah (hlm. 24). Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.

Setiyono, B. (2023). Pemerintahan dan Manajemen Sektor Publik. Caps

Smith, B. C. (1985). Desentralisasi: Dimensi Teritorial Suatu Negara. Terjemahan Bahasa Indonesia. Jakarta: Masyarakat Ilmu Pemerintahan Indonesia (MIPI).

Soekanto, S. (2012). Sosiologi suatu pengantar. Rajawali Pers.

Sopiah, V. (2023). Evaluasi Kebijakan Publik Program Ruang Terbuka Hijau Kota Tasikmalaya (Studi Kasus Di Kawasan Dadaha Kota Tasikmalaya) (Doctoral dissertation, Universitas Siliwangi).

Sugiyono. (2015. Metode penelitian kualitatif, kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Surbakti, R. (1999). Memahami ilmu politik. Grasindo

Syafiie, I. K. (2005). Pengantar ilmu pemerintahan. Bandung: PT Refika Aditama.

Syaukani, H.R., Afan Gaffar, dan M. Ryaas Rasyid. 2002. Otonomi Daerah dalam Negara Kesatuan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Weber, Max. 1992. Politik sebagai Panggilan. Yogyakarta: Kanisius.

Widjaja, HAW. 2004. Otonomi Daerah dan Daerah Otonom. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

TIMES Indonesia. (2024, May 6). UPTD Pengelola Dadaha undang warga Lingkar Dadaha, ini yang dibahas. Retrieved December 8, 2025, from https://timesindonesia.co.id/peristiwa-daerah/494646/uptd-pengelola-dadaha-undang-warga-lingkar-dadaha-ini-yang-dibahas




DOI: https://doi.org/10.24198/responsive.v9i2.71104

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


RESPONSIVE: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Kebijakan Publik telah Terindeks Di:

      
  
 
 
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.